UEFA, CONCACAF dan AFC Kompak Ingin Singkirkan Infantino: Dia Harus Lengser 

Gianni Infantino
Gianni Infantino  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifa 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Sejumlah konfederasi besar dikabarkan telah membentuk aliansi untuk menekan Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar tidak kembali mencalonkan diri pada pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

Menurut laporan The Times, para petinggi UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menyusun strategi bersama untuk melemahkan posisi Infantino apabila ia tetap bersikeras maju untuk masa jabatan keempat.

Langkah tersebut menjadi babak terbaru dari perselisihan yang belakangan mencuat di level tertinggi sepak bola internasional.

Baca Juga:UEFA, CONCACAF dan AFC Tuntut Infantino Mundur: Ancam Bentuk Liga Global Tandingan FIFAPorto Ingin Boyong Santiago Gimenez: AC Milan Hanya Mau Lepas Jika Ada Kewajiban Pembelian 

Sebelumnya, Infantino sempat menarik kembali rencana kontroversial terkait penjualan sebagian hak komersial kompetisi FIFA kepada investor swasta.

Namun, keputusan itu ternyata belum mampu mengembalikan kepercayaan sejumlah konfederasi besar terhadap kepemimpinannya.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa aliansi tersebut tidak hanya berencana melakukan tekanan politik di internal FIFA, tetapi juga telah menyiapkan sejumlah langkah konkret yang dapat mengurangi pengaruh organisasi sepak bola dunia itu.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah melakukan boikot terhadap berbagai agenda resmi FIFA, termasuk menolak menghadiri rapat Dewan FIFA.

Langkah tersebut diyakini akan menjadi bentuk protes terbuka terhadap kepemimpinan Infantino.

Namun, ancaman terbesar justru datang dari wacana pembentukan kompetisi internasional baru yang berada di luar kendali FIFA.

Sebelumnya, muncul informasi bahwa UEFA telah memiliki rancangan turnamen bertajuk Global Nations League, sebuah proyek yang sebenarnya sudah disusun sejak 2017 tetapi tidak pernah direalisasikan.

Baca Juga:Inter Milan Ajak Juventus Tukar Guling Frattesi dengan Nico GonzalezFranck Kessie Tunggu Pinangan Juventus: Gaji Rp120 Miliar per Musim Jadi Kendala

Dalam konsep tersebut, Nations League yang diselenggarakan masing-masing konfederasi akan tetap menjadi babak kualifikasi.

Tim-tim terbaik dari Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara dan Tengah, Asia, Afrika, serta Oseania kemudian lolos ke putaran Global Nations League.

Para peserta akan dibagi ke dalam tujuh divisi berdasarkan peringkat dunia.

Masing-masing divisi diikuti delapan negara yang langsung memulai kompetisi dari babak perempat final, kemudian dilanjutkan semifinal dan final di negara tuan rumah yang telah ditentukan.

Divisi tertinggi akan diisi negara-negara elite seperti Prancis, Spanyol, Argentina, Brasil, dan kekuatan besar lainnya.

Sementara tim dengan peringkat lebih rendah akan bersaing di divisi sesuai level mereka.

0 Komentar