Jika rencana tersebut benar-benar diwujudkan, Global Nations League berpotensi menjadi pesaing langsung turnamen-turnamen FIFA, termasuk mengurangi daya tarik kalender pertandingan internasional yang selama ini berada di bawah kendali badan sepak bola dunia tersebut.
Seorang sumber yang dekat dengan para penggagas inisiatif itu bahkan menyampaikan kritik tajam terhadap kepemimpinan Infantino.
“Semua orang sangat yakin bahwa dia harus mundur. Jika dia tidak mundur, kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menyingkirkannya dari kekuasaan. Itu juga termasuk menyelenggarakan kompetisi internasional di masa depan,” ujar sumber tersebut, seperti dikutip ANSA.
Baca Juga:UEFA, CONCACAF dan AFC Tuntut Infantino Mundur: Ancam Bentuk Liga Global Tandingan FIFAPorto Ingin Boyong Santiago Gimenez: AC Milan Hanya Mau Lepas Jika Ada Kewajiban Pembelian
“Lagi pula, apakah tim nasional utama Amerika Selatan lebih memilih menghadapi Prancis atau Spanyol, atau Lebanon dan Djibouti?” tutupnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya dukungan terhadap gerakan yang ingin mengakhiri kepemimpinan Infantino.
Selain menjadi tekanan politik, ancaman membentuk kompetisi tandingan juga menjadi sinyal bahwa hubungan antara FIFA dan sejumlah konfederasi terbesar di dunia sedang berada di titik paling genting dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, hingga saat ini Gianni Infantino belum memberikan tanggapan resmi mengenai kabar tersebut maupun terkait kemungkinan dirinya kembali mencalonkan diri pada Kongres FIFA 2027.
Apabila konflik ini terus berlanjut tanpa adanya kompromi, sepak bola dunia berpotensi memasuki era baru yang ditandai dengan munculnya kompetisi internasional di luar FIFA.
Kondisi itu bukan hanya akan mengubah kalender pertandingan internasional, tetapi juga bisa memengaruhi keseimbangan kekuatan dan tata kelola sepak bola global yang selama puluhan tahun dipimpin FIFA.
Kini, perhatian publik sepak bola dunia tertuju pada langkah selanjutnya dari Gianni Infantino.
Baca Juga:Inter Milan Ajak Juventus Tukar Guling Frattesi dengan Nico GonzalezFranck Kessie Tunggu Pinangan Juventus: Gaji Rp120 Miliar per Musim Jadi Kendala
Keputusan apakah ia akan tetap maju atau memilih mengakhiri masa kepemimpinannya diyakini menjadi faktor penentu yang dapat meredakan atau justru memperbesar perpecahan di tubuh sepak bola internasional.
