UEFA, CONCACAF dan AFC Tuntut Infantino Mundur: Ancam Bentuk Liga Global Tandingan FIFA

Gianni Infantino
Gianni Infantino Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Ketegangan di tubuh sepak bola dunia semakin memanas.

Sejumlah konfederasi besar dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan muncul ancaman untuk membentuk kompetisi internasional tandingan apabila ia tetap mempertahankan jabatannya.

Retaknya hubungan di level tertinggi sepak bola internasional disebut tidak mereda meski Infantino telah menarik kembali rencana kontroversial terkait penjualan sebagian hak komersial kompetisi FIFA kepada pihak swasta.

Baca Juga:Porto Ingin Boyong Santiago Gimenez: AC Milan Hanya Mau Lepas Jika Ada Kewajiban Pembelian Inter Milan Ajak Juventus Tukar Guling Frattesi dengan Nico Gonzalez

Langkah mundur tersebut ternyata belum cukup untuk meredakan ketidakpuasan sejumlah konfederasi.

Laporan media Inggris menyebutkan bahwa aliansi yang terdiri dari UEFA, CONCACAF, serta Asian Football Confederation tengah mempertimbangkan berbagai langkah untuk menekan Infantino agar tidak mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan keempat.

Awalnya, opsi yang muncul adalah melakukan boikot terhadap sejumlah agenda FIFA.

Namun, seiring berkembangnya situasi, muncul wacana yang jauh lebih besar, yakni membentuk kompetisi internasional baru di luar naungan FIFA.

Menurut laporan The Times, UEFA bahkan telah memiliki rancangan kompetisi tersebut sejak 2017.

Proyek itu sempat disiapkan, tetapi tidak pernah direalisasikan karena hubungan antara konfederasi-konfederasi besar dengan FIFA saat itu masih berjalan harmonis.

Kini, di tengah memanasnya konflik internal, rencana tersebut kembali dibahas sebagai alternatif apabila tidak terjadi perubahan kepemimpinan di FIFA.

Baca Juga:Franck Kessie Tunggu Pinangan Juventus: Gaji Rp120 Miliar per Musim Jadi KendalaJurnalis Italia Ungkap 3 Syarat AC Milan Raih Scudetto

Berdasarkan informasi yang diungkap Sky Sports UK, konsep kompetisi baru itu akan mengusung nama Global Nations League.

Dalam skema tersebut, turnamen Nations League yang selama ini diselenggarakan masing-masing konfederasi tetap dipertahankan.

Kompetisi di Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara dan Tengah, Asia, Afrika, serta Oseania akan berfungsi sebagai babak kualifikasi.

Negara-negara terbaik dari setiap konfederasi kemudian akan lolos ke putaran Global Nations League.

Berbeda dengan format Piala Dunia, peserta akan dibagi ke dalam tujuh divisi berdasarkan peringkat dunia.

Setiap divisi akan diikuti delapan tim yang langsung memulai pertandingan dari babak perempat final.

Setelah itu, pemenang akan melaju ke semifinal dan final yang digelar di satu negara tuan rumah.

Divisi tertinggi akan dihuni tim-tim elite dunia, dengan dominasi negara-negara Eropa dan Amerika Selatan yang selama ini menduduki posisi teratas dalam ranking internasional.

0 Komentar