Nunu berharap Kampung Angklung semakin berkembang sebagai pusat pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin mempelajari alat musik tradisional tersebut.
“Ternyata bisa menjadi daya tarik destinasi wisata seni budaya melalui kampung angklung ini. Bahkan saat ini pengunjung terus berdatangan untuk melihat cara produk hingga ingin belajar bermain angklung,” katanya.
Ia kini melanjutkan perjuangan mertuanya, Mumu Alimudin, yang telah wafat beberapa tahun lalu, dalam menjaga keberlangsungan produksi sekaligus pelestarian angklung di Ciamis. (riz)
