Serapan Kerja Lulusan SMK Terus Meningkat, KCD XII Targetkan Tembus 90 Persen

Serapan kerja lulusan smk
Sejumlah murid SMK Al Khoeriyah Kota Tasikmalaya saat mengikuti uji kompetensi yang digelar beberapa waktu lalu. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Keterserapan tenaga kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Jawa Barat yang meliputi Kota dan Kabupaten Tasikmalaya terus menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir.

Peningkatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menekan angka pengangguran melalui lulusan yang benar-benar siap memasuki dunia kerja.

Kepala KCD Wilayah XII, Zhairy Andhryanto mengungkapkan bahwa tingkat keterserapan tenaga kerja lulusan SMK pada 2023 berada di angka 43 persen. Setahun kemudian meningkat menjadi 60 persen, sebelum kembali naik menjadi 70 persen pada 2025.

Baca Juga:Unsil Bekali Pemandu Body Rafting Pangandaran dengan Pelayanan Prima dan DigitalisasiTKW asal Tanjungjaya Diduga Ditahan Majikan di Arab Saudi, Minta Tolong ke KDM untuk Pulang

Menurut dia, tren tersebut menjadi sinyal bahwa peluang lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja semakin terbuka. Keterserapan tenaga kerja juga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai sejauh mana kompetensi lulusan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Hal itu dinilai penting mengingat pendidikan vokasi sejak awal dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Semakin tinggi lulusan yang terserap dunia kerja, semakin besar pula kontribusi pendidikan vokasi dalam mengurangi potensi pengangguran di kalangan usia produktif.

Atas dasar itu, pihaknya menargetkan tingkat keterserapan tenaga kerja lulusan SMK di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dapat melampaui 90 persen pada 2026. Target tersebut tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan jumlah lulusan yang bekerja, tetapi juga sebagai gambaran meningkatnya kualitas kompetensi yang dimiliki lulusan SMK.

Zhairy mengatakan, capaian tersebut akan menjadi tolok ukur bahwa lulusan SMK di wilayah KCD XII, baik negeri maupun swasta, memiliki kemampuan yang mampu bersaing dan dipercaya oleh dunia kerja.

Menurutnya, target tersebut tidak sekadar mencerminkan tingginya jumlah lulusan yang berhasil memasuki dunia kerja. Capaian itu, kata dia, akan menjadi tolok ukur kualitas kompetensi yang dimiliki para lulusan SMK di wilayah KCD XII.

“Kalau di atas 90 persen artinya bahwa alumni-alumni SMK baik negeri maupun swasta di wilayah KCD XII ini secara skill itu sudah sangat luar biasa dan tidak diragukan lagi,” ujarnya. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar