Dari sisi pengelolaan persediaan, kondisi inventori menunjukkan perbaikan signifikan. Inventory days turun menjadi 128 hari pada akhir semester I 2026 dibandingkan 161 hari pada periode yang sama tahun lalu.
Margin Tetap Terjaga
Margin laba kotor MAPI pada kuartal II 2026 membaik secara kuartalan menjadi 41,1 persen. Perbaikan ini didukung meningkatnya kontribusi segmen active yang porsinya naik menjadi 44 persen dari total penjualan, dibandingkan 40 persen pada kuartal sebelumnya.
Di sisi lain, margin laba usaha sedikit turun menjadi 8,2 persen akibat kenaikan rasio beban penjualan, umum, dan administrasi (SG&A), meskipun secara kumulatif selama semester pertama margin laba usaha tetap relatif stabil di level 8,4 persen.
Baca Juga:Sharp Indonesia Perluas Program Sharp Class, Perkuat Pendidikan Vokasi dan Cetak SDM Siap KerjaKinerja Moncer! Indosat Raup Pendapatan Rp 30,7 Triliun dan Genjot Investasi AI Cloud
Stabilnya margin tersebut didorong oleh efisiensi biaya operasional yang mampu mengimbangi penurunan margin laba kotor sepanjang semester pertama.
Berdasarkan kinerja per segmen, margin EBIT segmen active meningkat menjadi 11,5 persen pada kuartal II 2026 dari 10,9 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, margin EBIT department stores turun cukup tajam menjadi 6,3 persen dari sebelumnya 11,2 persen, menjadikannya segmen dengan tekanan profitabilitas terbesar.
Faktor Pendorong Laba
Pertumbuhan laba bersih pada kuartal II 2026 didukung oleh kenaikan pendapatan serta penurunan tarif pajak efektif menjadi 24 persen dari 26,8 persen pada kuartal II 2025.
Sementara itu, penurunan laba secara kuartalan terutama dipicu oleh melemahnya pendapatan setelah musim Lebaran dan meningkatnya tarif pajak efektif dibandingkan kuartal pertama. Penurunan tersebut sebagian tertahan oleh berkurangnya pos other charges – net dan penurunan porsi kepentingan nonpengendali (minority interest).
Secara keseluruhan, kinerja MAPI pada semester pertama 2026 menunjukkan fundamental yang tetap kuat. Pertumbuhan penjualan di seluruh segmen, ekspansi gerai yang berlanjut, efisiensi operasional, serta perbaikan pengelolaan persediaan menjadi faktor utama yang menopang kinerja perseroan di tengah normalisasi permintaan setelah periode Lebaran. (*)
Sumber: Stockbit
