Angka Anak Tidak Sekolah di Kota Tasikmalaya Masih Tinggi, Pemuda Muhammadiyah Bentuk Relawan Pendidikan

Relawan pendidikan muhammadiyah kota tasikmalaya
Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya melaksanakan rapat pembentukan Relawan Pendidikan Muhammadiyah, Kamis (30/7/2026)
0 Komentar

Menurutnya, ketiga program tersebut dirancang saling melengkapi. Beasiswa diharapkan mampu mengatasi kendala biaya pendidikan, PKBM menjadi solusi bagi anak yang ingin melanjutkan pendidikan kesetaraan, sedangkan LPK memberikan pilihan keterampilan vokasi agar mereka tetap memiliki bekal memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Cecep Fikri, menyebut pembentukan RPM merupakan bagian dari program strategis Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat dan Pemuda Muhammadiyah Pusat dalam mendukung percepatan penanganan ATS.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data Kemendikdasmen, Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah Anak Tidak Sekolah terbanyak di Indonesia.

Baca Juga:Vendor Akui Belum Mampu Fungsikan Karcis Parkir, Jukir di Kota Tasikmalaya Masih Harus DibinaPembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya Terkendala Aturan Lahan 1.000 Meter

“Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama, termasuk bagi Kota Tasikmalaya, untuk mempercepat pendataan sekaligus mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Tasikmalaya, Athur Mubarok, menilai pembentukan RPM sejalan dengan semangat program Pelajar Inklusif yang selama ini dijalankan IPM.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa terkecuali. Karena itu, kolaborasi antara IPM dan RPM diharapkan mampu menjangkau anak-anak yang selama ini terhambat oleh persoalan ekonomi, sosial, administrasi maupun psikologis.

Ke depan, RPM akan memulai pendataan partisipatif hingga tingkat kelurahan, menyusun basis data ATS yang lebih akurat, serta mendorong lahirnya kebijakan afirmatif bersama Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, termasuk perluasan program beasiswa dan penguatan PKBM sebagai jalur pendidikan alternatif.

Melalui langkah tersebut, Pemuda Muhammadiyah berharap semakin banyak anak di Kota Tasikmalaya yang dapat kembali memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Ujang Nandar)

0 Komentar