TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penutupan depo sampah di kawasan Dadaha sudah dilaksanakan meskipun masih menyisakan persoalan. Di sisi lain, penataan PKL pun menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Tasikmalaya.
Kepala UPTD Pengelolaan Kompleks Dadaha Dadang Ismail mengatakan, pihaknya saat ini masih kebingungan mencari lokasi untuk menyimpan sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Ciangir.
“Katanya kita diarahkan langsung ke TPA Ciangir. Kita dua kali angkut sampah. Kalau weekend bisa sampai empat kali pakai kolbak,” kata Dadang usai rapat koordinasi di ruang Kasatpol PP Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga:Kerja Sama Pengelolaan Parkir Bukan Inisiatif Dishub Kota Tasikmalaya, Keberlanjutannya Akan DievaluasiWali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di Dishub
Menurut dia, sejumlah depo sampah yang sebelumnya menjadi alternatif juga tidak bisa digunakan. Di antaranya Depo Pasar Lama, Depo Bale Wiwitan dan Depo Pancasila.
“Kami ke Depo Pasar Lama ditolak, Bale Wiwitan juga per hari ini ditolak. Ke Depo Pancasila juga ditolak. Kami kebingungan, alasannya diminta langsung ke Ciangir,” ujarnya.
Akibat belum adanya lokasi penampungan, sampah yang terkumpul hingga kini masih berada di bak kendaraan pengangkut milik petugas kebersihan.
“Per hari ini masih di bak kolbak kami. Kita sedang cari solusi,” katanya.
Di tengah persoalan tersebut, pihaknya bersama Tim Penataan Kawasan Dadaha yang melibatkan sejumlah instansi di lingkungan Pemkot Tasikmalaya terus mematangkan rencana penataan kawasan.
Dadang menyebut, mapping terhadap pedagang, parkir dan tata kelola kawasan telah dilakukan. Penataan juga didukung kolaborasi lintas sektor. Di antaranya pemasangan lima unit CCTV melalui kolaborasi dengan Diskominfo, serta penerangan jalan umum (PJU) di tujuh titik melalui kerja sama dengan Dinas Perhubungan.
Selain itu, lorong menuju jogging track juga akan dipercantik dengan pengecatan yang merupakan bentuk dukungan pihak swasta melalui konsep pentahelix.
Baca Juga:Soal Kerja Sama Parkir, Mantan Kadishub Kota Tasikmalaya: Inovasi Harus Memberi Hasil LebihPasanggiri Pencak Silat Priangan Timur di Tasikmalaya Terkendala Akomodasi
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah mengatakan, progres penataan kawasan Dadaha terus dimatangkan. Penataan mencakup penempatan lokasi pedagang, pengaturan parkir hingga optimalisasi ruang publik.
“Mulai dari penempatan lokasi pedagang, pengaturan parkir dan lainnya. Termasuk mengatur optimalisasi ruang-ruang publik di sana yang saat ini kondisinya relatif tidak beraturan,” jelasnya.
