2.707 Jiwa Terdampak Kekeringan, BPBD Ciamis Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih

Kekeringan ciamis
Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis. Hingga akhir Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat sebanyak 2.707 jiwa atau 1.062 kepala keluarga di dua kecamatan terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis. Hingga akhir Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat sebanyak 2.707 jiwa atau 1.062 kepala keluarga di dua kecamatan terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Wilayah terdampak tersebar di dua kecamatan, lima desa, dan 10 dusun. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami penurunan ketersediaan air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan hingga saat ini beberapa wilayah telah mengajukan permohonan bantuan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga

“Total bantuan air bersih kepada warga yang terdampak musim kemarau hingga saat ini, sebanyak 60 ribu liter air bersih untuk kebutuhan keluarga,” katanya kepada wartawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, sejauh ini kekeringan masih terkonsentrasi di dua kecamatan di wilayah selatan Ciamis, yakni Kecamatan Banjarsari dan Banjaranyar. BPBD memprioritaskan distribusi air bersih ke kawasan permukiman yang mengalami penurunan sumber air.

“Di Kecamatan Banjarsari, distribusi dilakukan ke Dusun Panamun dan Sumanding – Desa Kawasen, serta Dusun Cibeureum – Desa Cibadak. Sementara di Kecamatan Banjaranyar, bantuan disalurkan ke Dusun Banjaranyar dan Bulaksitu – Desa Banjaranyar, Dusun Purwasari dan Sidamulya – Desa Cigayam, serta Dusun Cikaso, Sukapura, dan Karangsari – Desa Cikaso,” ujarnya.

BPBD memastikan pemantauan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Jika terdapat permohonan tambahan dari desa maupun kecamatan, armada tangki air akan kembali dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Apabila terdapat permohonan tambahan pasokan air bersih dari desa maupun kecamatan, armada tangki air akan kembali dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ciamis,” katanya.

Ani menambahkan, penyaluran bantuan air bersih dapat berjalan berkat kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan para donatur dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu masyarakat. Sinergi ini sangat berarti bagi warga yang terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama musim kemarau masih berlangsung,” ujarnya.

0 Komentar