TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Sebanyak delapan warga Kota Tasikmalaya resmi diberangkatkan untuk bekerja di Negeri Sakura untuk bekerja. Hal ini menjadi bagian dari implementasi program Tasik PELAK (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan) yang digagas pemerintah daerah, Jumat (24/7/2026).
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengungkapkan rasa syukur atas keberangkatan delapan peserta tersebut. Menurutnya, program ini merupakan salah satu langkah nyata Pemkot Tasikmalaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran.
“Alhamdulillah, ini merupakan salah satu implementasi Tasik PELAK. Dari Kota Tasikmalaya ada delapan orang yang berangkat bekerja ke Jepang. Ke depan, Pemkot berencana akan memberangkatkan sekitar 52 hingga 55 orang,” ujar Viman.
Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di DishubSoal Kerja Sama Parkir, Mantan Kadishub Kota Tasikmalaya: Inovasi Harus Memberi Hasil Lebih
Ia menilai, penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri menjadi salah satu solusi yang efektif untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kota Tasikmalaya. Selain membuka akses lapangan kerja, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki daya saing di tingkat internasional.
“Ini merupakan solusi tercepat untuk menurunkan tingkat pengangguran di Kota Tasikmalaya,” katanya.
Viman menjelaskan, seluruh peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dan kurasi yang ketat. Pemkot Tasikmalaya memberikan prioritas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki semangat belajar dan prestasi sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup melalui pekerjaan di luar negeri.
Sebelum diberangkatkan, para peserta juga mengikuti pembinaan secara intensif, mulai dari pelatihan bahasa Jepang hingga berbagai keterampilan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tempat mereka akan bekerja.
“Mereka kami dididik dan dilatih, terutama kemampuan bahasa Jepang serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan dunia kerja di sana,” jelasnya.
Viman berharap program ini dapat terus diperluas agar semakin banyak generasi muda Kota Tasikmalaya yang memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri dengan bekal kompetensi yang memadai.
Menurutnya, selain mampu mengurangi angka pengangguran, para peserta juga diharapkan dapat membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan etos kerja yang nantinya dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Baca Juga:Pasanggiri Pencak Silat Priangan Timur di Tasikmalaya Terkendala AkomodasiCamat, Lurah dan UPTD Monitor! Depo Sampah Dadaha Jangan Sampai Jadi TPS Liar Setelah Ditutup
Program penempatan tenaga kerja ke Jepang ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, LPK MMA, serta Perusahaan Daikokuten, perusahaan yang bergerak di bidang jaringan supermarket di Jepang.
