Klaim Tren Angka Kematian Ibu di Garut Menurun

Leli Yuliani
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr Leli Yuliani
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Garut pada tahun 2026 menunjukkan tren penurunan yang positif, sampai dengan Juli ini.

Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan masyarakat untuk menekan angka kematian ibu ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr Leli Yuliani menyampaikan bahwa penurunan angka kematian ibu tidak lepas dari berbagai upaya pelayanan yang terus ditingkatkan oleh para petugas kesehatan di lapangan.

Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia

“Ya, memang untuk kematian ibu di Kabupaten Garut, mudah-mudahan kalau lihat trennya itu mengalami penurunan,” ucapnya, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia berharap tren positif ini terus berlanjut hingga akkhir tahun nanti.

“Mudah-mudahan terus berlanjut dan kita terus berupaya melakukan pelayanan yang optimal, salah satunya dengan banyak melakukan jemput bola,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, tercatat penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan total kasus pada tahun lalu.

Pada tahun sebelumnya, jumlah kematian ibu di Kabupaten Garut mencapai 68 kasus.

Sementara itu, hingga pertengahan tahun ini, angka kematian ibu tercatat berada di angka 20 kasus.

“Tahun kemarin kematian ibu ada 68 kasus. Kalau sekarang sampai bulan Juni itu ada 20 kasus. Mudah-mudahan bisa terus turun,” tambahnya.

Baca Juga:Destinasi Wisata di Garut Ini Masih Jarang Orang Tahu, Ini Daftar dan LokasinyaJerit Buruh di Garut yang Terancam Kena PHK Massal Usai Pabrik Bulu Mata Tiba Tiba Tutup

Pihaknya berkomitmen terus menggencarkan program penjangkauan langsung ke masyarakat (jemput bola), khususnya bagi para ibu hamil di wilayah pedesaan dan pelosok.

Hal ini dilakukan guna memastikan penanganan medis dapat dilakukan secara dini dan mencegah risiko komplikasi persalinan.

Selain itu dengan adanya bantuan sarana medis berupa alat Ultrasonografi (USG) portable dari program corporate social responsibility (CSR) sektor swasta dan BUMN menjadi hal yang membantu.

Fasilitas ini ditujukan khusus untuk mendeteksi dini ibu hamil dengan risiko tinggi di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses geografis.

Ia menyampaikan, alat ini di tempatkan di dua area prioritas, yakni Puskesmas Kecamatan Cikelet dan Puskesmas Kecamatan Cisompet.

Leli menerangkan kedua wilayah ini dipilih lantaran masih banyaknya masyarakat pedesaan yang membutuhkan kunjungan aktif dari tenaga kesehatan (sistem jemput bola). (Agi Sugiana)

0 Komentar