TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Dampak Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026.
Satgas ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak kekeringan, krisis air bersih, gangguan sektor pertanian, masalah kesehatan masyarakat, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
Pembentukan satgas diputuskan dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Tasikmalaya, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga:Mantapkan Langkah Menuju Kemenangan, Ini Target PAN Kabupaten TasikmalayaSemangat TMMD ke-129, Menyulap Desa Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya
Forum tersebut melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga badan amal guna menyusun langkah terpadu menghadapi ancaman kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni Aks, M.M., mengatakan pembentukan satgas merupakan bentuk sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan kolaborasi dan sinergitas terpadu antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha maupun badan amal,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Roni menjelaskan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembentukan Satgas Mitigasi Dampak Kekeringan dan Karhutla 2026 sebagai upaya menjaga ketersediaan air bersih, meminimalkan dampak terhadap sektor pertanian dan kesehatan masyarakat, serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2025–2029, terdapat 11 kecamatan dan 71 desa yang masuk kategori indeks bahaya kekeringan tinggi. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi secara terpadu.
Dampak kekeringan juga mulai meluas di sektor pertanian. Dari total 4.948 hektare hamparan lahan pertanian yang tersebar di 26 kecamatan, sebanyak 2.172 hektare atau sekitar 43,9 persen telah terdampak kekeringan dengan kategori ringan hingga sedang.
Wilayah dengan dampak cukup besar antara lain Kecamatan Manonjaya yang mengalami kekeringan pada 232 hektare dari total 273 hektare lahan akibat sungai mulai mengering.
Baca Juga:Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pemilihan Dewas RSUD KHZ Musthafa Tidak SahKalahkan Dua Pejabat Internal Pemkab, Kurniawan Resmi Dilantik sebagai Sekda Kabupaten Tasikmalaya
Di Kecamatan Jamanis, lahan terdampak mencapai 225 hektare dari total 1.153 hektare, sedangkan Kecamatan Cipatujah mencapai 200 hektare dari 259 hektare hamparan, dengan sebagian lahan berada dalam kondisi bera karena tanah mengering.
Sementara itu, tiga kecamatan tercatat mengalami kekeringan di seluruh hamparan lahan pertaniannya, yakni Kecamatan Cikalong seluas 655 hektare, Salawu 45 hektare, dan Sukaraja 19 hektare.
