TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan sampah di ruang publik Kota Tasikmalaya kembali menjadi perhatian.
Universitas Mayasari Bakti (UMB) memilih tidak sekadar mengampanyekan kepedulian lingkungan, tetapi turun langsung memungut sampah di Kompleks Olahraga Dadaha, Jumat (17/7/2026).
Aksi bersih-bersih yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa itu dipimpin langsung Rektor UMB Dr. Yusuf Abdullah, S.E., M.M.
Baca Juga:Saat Cek Kesehatan Tak Selalu Terjangkau, Demokrat Kota Tasikmalaya Baksos EKG dan Donor Darah GratisCegah Infeksi Rongga Mulut, Poltekkes Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Clinical Instructor RSUD dr Soekardjo
Aksi nyata ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Ke-3 UMB sekaligus bentuk implementasi pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
Ketua Panitia Milad Ke-3 UMB, Edi Heryadi, S.T., M.T., menjelaskan aksi bersih lingkungan merupakan salah satu agenda dalam Pilar Sosial perayaan milad.
Sebelumnya, UMB telah menggelar donor darah pada 7 Juli 2026 di lingkungan kampus.
“Hari ini merupakan kegiatan kedua dalam Pilar Sosial, yaitu membersihkan sampah di ruang publik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian Milad Ke-3 UMB telah dimulai sejak 22 Juni 2026 dengan berbagai kegiatan akademik maupun sosial.
Mulai dari Sidang Terbuka Senat, pelatihan penulisan jurnal internasional bagi dosen, literasi keuangan untuk mahasiswa, tabligh akbar, jalan sehat, senam jantung, donor darah, aksi bersih lingkungan hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.
Menurut Edi, seluruh rangkaian tersebut dirancang agar keberadaan UMB tidak hanya memberikan manfaat di lingkungan akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:Kejar Retribusi tapi Abai Transparansi, DPRD Kota Tasikmalaya Seperti Tak Dianggap Ada oleh DishubKrisis Air Bersih Landa Purbaratu Tasikmalaya, Warga Rela Antre hingga Larut Malam Demi 120 Galon Sehari
“Kami berharap Universitas Mayasari Bakti semakin dikenal melalui karya dan pengabdiannya, sekaligus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Tasikmalaya,” harapnya.
Koordinator Aksi Bersih Lingkungan, Bakti Alpihuda, S.T., M.T., mengatakan Kompleks Olahraga Dadaha dipilih karena merupakan salah satu ruang publik yang setiap hari dipadati masyarakat untuk berolahraga maupun beraktivitas.
Karena itu, menurutnya, kebersihan kawasan tersebut harus menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, ruang publik yang bersih akan menghadirkan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.
“Kami bekerja sama dengan UPTD Pengelola Kompleks Olahraga Dadaha. Semoga kegiatan ini menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan semakin peduli menjaga kebersihan fasilitas publik,” tegasnya.
