Tasikmalaya Diskon Besar!

Tasikmalaya
Rapat persiapan penyelenggaraan Tasikmalaya Great Sale di Kantor OJK Tasikmalaya. (radartasik.id)
0 Komentar

Semuanya diarahkan agar nama Tasikmalaya muncul terus di linimasa media sosial. Konsepnya sederhana tetapi cerdas. Orang bisa berbelanja secara online.

Lalu mengambil barang langsung di toko. Saat datang mengambil barang, mereka bisa sekaligus makan di restoran. Ngopi. Menginap. Belanja lagi. Efek ekonominya menjadi berlapis.

Data yang ditampilkan pun membuat saya mengangguk. Tasik ternyata memiliki sekitar 28.248 UMKM. Ada 432 coffee shop. 509 kafe. 520 restoran.

Baca Juga:Dituding Sebabkan Kekeringan Irigasi Pertanian di Tasikmalaya, BBWS Citanduy Beri Penjelasan BeginiSaat Bupati dan Wakil Tidak Berebut Cahaya

Artinya, Tasik sebenarnya tidak kekurangan produk. Tidak kekurangan pelaku usaha. Yang selama ini belum dimiliki hanyalah panggung bersama yang mampu menyatukan semuanya.

Saya pulang membawa optimisme. Bukan karena semua persoalan ekonomi akan selesai hanya dengan festival belanja. Tentu tidak sesederhana itu. Namun di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu, ide seperti ini layak dicoba.

Sebab sebuah kota tidak bisa terus-menerus menunggu pembeli datang sendiri. Sebuah kota harus menciptakan alasan agar orang datang. Harapan saya sederhana.

Tasikmalaya Great Sale jangan berhenti sebagai acara seremonial. Jangan hanya ramai saat peluncuran. Jangan sekadar menjadi baliho dan spanduk.

Kalau dikelola secara konsisten, melibatkan seluruh pelaku usaha, didukung promosi digital yang kuat, dan menjadi agenda tetap setiap tahun, TGS bisa tumbuh menjadi identitas baru Kota Tasikmalaya.

Kota ini memang tidak memiliki pantai yang memesona. Tidak pula gunung yang menjulang. Tetapi Tasik memiliki sesuatu yang tidak kalah penting. Pelaku usaha yang banyak. UMKM yang kuat. Kuliner yang kaya. Kerajinan yang khas. Yang dibutuhkan tinggal satu. Momentum. Dan sore itu, di ruang rapat OJK Tasikmalaya, saya melihat momentum itu mulai disusun. Pelan-pelan. Tetapi dengan kesungguhan. (red)

0 Komentar