Tasikmalaya Diskon Besar!

Tasikmalaya
Rapat persiapan penyelenggaraan Tasikmalaya Great Sale di Kantor OJK Tasikmalaya. (radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Undangan itu datang dari Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Kang Asep Saepulloh. Kalimatnya singkat. Namun cukup membuat saya penasaran. Tempatnya bukan di hotel. Bukan pula di ruang rapat pemerintah daerah. Melainkan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya.

Kalau OJK mengundang orang berkumpul, pikiran saya biasanya langsung melayang ke urusan perbankan. Soal kredit. Soal investasi. Soal pengawasan lembaga keuangan. Ternyata bukan. Yang dibahas justru sesuatu yang jauh lebih menarik. Bagaimana membuat orang kembali berbelanja.

Bagaimana membuat uang kembali berputar. Bagaimana menghidupkan ekonomi yang belakangan ini terasa lesu. Saya memilih hadir. Bukan sekadar memenuhi undangan. Saya ingin mendengar langsung gagasan yang diberi nama Tasikmalaya Great Sale (TGS).

Baca Juga:Dituding Sebabkan Kekeringan Irigasi Pertanian di Tasikmalaya, BBWS Citanduy Beri Penjelasan BeginiSaat Bupati dan Wakil Tidak Berebut Cahaya

Nama yang terdengar sederhana. Tetapi cukup berani. “Great Sale.” Obral besar-besaran. Seingat saya, baru kali ini Kota Tasikmalaya mencoba membangun sebuah agenda ekonomi dengan nama seperti itu.

Saya tiba di Kantor OJK menjelang sore. Suasananya hangat. Ruang rapat sudah dipenuhi banyak wajah. Rempeug. Lengkap. Dari Kadin hadir Kang Asep bersama jajaran pengurusnya. Ada Bu Ina. Ada Bu Vera.

Dua perempuan yang setiap kali berbicara soal ekonomi selalu membawa optimisme. Cara pandangnya progresif. Tidak berhenti pada teori, tetapi juga bicara bagaimana menggerakkan pelaku usaha.

Di sisi lain duduk Ketua PHRI Kota Tasikmalaya, Bu Susi Susanti. Bersamanya hadir para general manager hotel se-Kota Tasikmalaya. Ada pula Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya, Agung Hartadi. Dan perwakilan pengusaha travel. Masing-masing datang membawa perspektif.

Ada yang melihat dari sisi data. Ada yang melihat dari sisi bisnis. Ada yang memikirkan wisata. Ada yang memikirkan perdagangan. Saya merasa pertemuan itu bukan sekadar rapat biasa. Melainkan awal dari sebuah kolaborasi.

Tepat pukul 16.21 WIB, rapat dimulai. Tidak molor. Tidak bertele-tele. Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, membuka pemaparan. Layar infokus menyala. Slide demi slide mulai berganti. Saya memperhatikan hampir setiap halaman. Karena bagi saya, ide besar selalu lahir dari keberanian melihat persoalan dengan cara berbeda.

0 Komentar