Manajemen RSUD dr. Soekardjo bersama para peserta juga menyambut positif kolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
Sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi pasien rawat inap.
Langkah itu dinilai penting agar pelayanan tidak bergantung pada kebiasaan, melainkan pada standar yang seragam.
Baca Juga:Kejar Retribusi tapi Abai Transparansi, DPRD Kota Tasikmalaya Seperti Tak Dianggap Ada oleh DishubKrisis Air Bersih Landa Purbaratu Tasikmalaya, Warga Rela Antre hingga Larut Malam Demi 120 Galon Sehari
Sebab, keselamatan pasien bukan hanya ditentukan oleh tindakan medis utama, tetapi juga oleh perhatian terhadap aspek-aspek yang selama ini sering dianggap sepele, termasuk kebersihan rongga mulut.
Dengan meningkatnya kompetensi para Clinical Instructor, mutu pembelajaran mahasiswa praktik di RSUD dr. Soekardjo diharapkan semakin baik dan memberikan efek berantai terhadap peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, serta kepuasan masyarakat. (rezza rizaldi)
