Jembatan Gantung Ciawitali Pulihkan Akses Dua Desa di Kecamatan Cipatujah-Culamega Kabupaten Tasikmalaya

Jembatan gantung ciawitali
Jembatan Gantung Ciawitali penghubung Desa Tobongjaya Cipatujah dan Bojongsari Culamega rampung diperbaiki, Rabu 15 Juli 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Jembatan Gantung Ciawitali di Kampung Ciawitali RT 007 RW 003, Desa Tobongjaya, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya rampung direhabilitasi melalui Program Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Perbaikan ini mengakhiri kondisi jembatan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan membahayakan keselamatan pengguna.

Jembatan tersebut merupakan penghubung utama Desa Tobongjaya, Kecamatan Cipatujah, dengan Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega. Selain dilalui pejalan kaki, jembatan juga menjadi akses utama kendaraan roda dua untuk menunjang aktivitas warga, mulai dari bekerja, bertani, berdagang, hingga mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.

Sebelum direhabilitasi, lantai jembatan yang masih menggunakan papan kayu banyak yang lapuk, patah, dan berlubang. Sejumlah bagian konstruksi juga mengalami kerusakan sehingga masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas untuk menghindari kecelakaan.

Baca Juga:Semangat TMMD ke-129, Menyulap Desa Parungponteng Kabupaten TasikmalayaKomisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pemilihan Dewas RSUD KHZ Musthafa Tidak Sah

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Desa Tobongjaya menjadikan rehabilitasi jembatan sebagai salah satu prioritas pembangunan pada 2026. Melalui Dana Desa, lantai jembatan diganti menggunakan plat baja agar lebih kuat, kokoh, dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

Berdasarkan papan proyek di lokasi, rehabilitasi dilakukan pada jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 1,5 meter. Pekerjaan tersebut menelan anggaran Rp80 juta yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 30 hari kerja.

Kepala Desa Tobongjaya, Dedi Rohmatandi, mengatakan rehabilitasi dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses penyeberangan yang aman dan layak.

“Jembatan ini sudah cukup lama mengalami kerusakan. Karena merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Tobongjaya dengan Desa Bojongsari, rehabilitasi akhirnya kami prioritaskan melalui Dana Desa tahun 2026 agar masyarakat bisa kembali melintas dengan aman dan nyaman,” ujar Dedi.

Menurutnya, jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas warga sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di kedua desa. Setiap hari jembatan dimanfaatkan untuk menuju lahan pertanian, mengangkut hasil panen, bersekolah, hingga menjalankan berbagai aktivitas ekonomi.

Karena itu, perbaikan jembatan diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan pengguna, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Sekarang kondisi jembatan jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga fasilitas ini bersama-sama agar umur pakainya lebih panjang,” katanya.

0 Komentar