Melalui kegiatan tersebut, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya berharap kapasitas kader dan guru dalam pencegahan DBD semakin meningkat.
Di sisi lain, siswa mampu menjadi pelopor sekolah bebas jentik sehingga risiko penularan DBD dapat ditekan.
Harapannya, pemanfaatan antijentik alami dan pemberdayaan siswa pemantau jentik mampu menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Baca Juga:Dibayangi Defisit APBD Rp182 Miliar, Pemkot Tasikmalaya dan DPRD Sepakat Buka Kembali Program PrioritasAsam Nitrat hingga Senjata Disita dari Rumah Eks Napiter, Misteri Ledakan Dadaha Tasikmalaya Makin Terang
Sebab, nyamuk tidak pernah memilih korban, tetapi manusia selalu bisa memilih untuk mencegahnya. (rezza rizaldi)
