Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah mengatakan forum tersebut menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dengan pimpinan DPRD, Badan Anggaran, dan ketua fraksi agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi APBD 2026.
Menurutnya, pelaksanaan program tetap akan disesuaikan dengan kemampuan kas daerah.
“Tidak semua program harus selesai bulan ini. Kita harus mengatur cash flow, sehingga pelaksanaan kegiatan dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Asep juga mengungkapkan salah satu langkah efisiensi yang tengah disiapkan adalah penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.
Baca Juga:Asam Nitrat hingga Senjata Disita dari Rumah Eks Napiter, Misteri Ledakan Dadaha Tasikmalaya Makin TerangMotif Ledakan Dadaha Tasikmalaya Terungkap, Polisi Pastikan Murni Perselisihan Pribadi Bukan Aksi Teror
Penyesuaian TPP akan dilakukan pada periode Juli hingga September 2026 dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“TPP memang akan disesuaikan karena kemampuan keuangan daerah. Anggaran yang dibutuhkan untuk menutup defisit cukup besar,” ujarnya.
Selain TPP, pemerintah juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah melakukan efisiensi belanja sekitar 60 persen, terutama pada belanja operasional dan kegiatan yang belum menjadi prioritas.
Meski demikian, Asep memastikan sejumlah hibah yang menyentuh langsung masyarakat, seperti bantuan bagi FKDT, guru ngaji, dan madrasah, tidak akan dikurangi.
“Kalau hibah untuk FKDT, guru ngaji, madrasah dan lainnya tetap kami selesaikan. Tidak ada pengurangan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim menyatakan kegiatan pemerintahan mulai kembali berjalan pada Juli ini sesuai kebutuhan daerah.
Ia juga menegaskan hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai opsi pinjaman dalam pembiayaan daerah.
Baca Juga:Literasi Keuangan Tasikmalaya Diperkuat, OJK Bidik 98 Ribu Warga Lewat Agen CAANGLedakan Gerobak di Dadaha Tasikmalaya Diduga Dipicu Emosi Eks Napiter
“Enggak ada (opsi pinjaman). Yang penting kegiatan berjalan sesuai kebutuhan. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik,” singkat Aslim.
Dengan kesepahaman yang mulai terbangun antara eksekutif dan legislatif, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap langkah reprioritisasi anggaran mampu menjaga roda pembangunan tetap bergerak.
Sebab di tengah ruang fiskal yang semakin sempit, setiap rupiah dituntut bekerja lebih keras daripada sekadar tercatat di atas kertas. (rezza rizaldi)
