RADARTASIK.ID – AC Milan terus bergerak agresif di bursa transfer musim panas.
Sejumlah nama besar sudah didatangkan Rossoneri, mulai dari Gonçalo Ramos hingga Mario Gila.
Di saat yang sama, manajemen juga disibukkan dengan pembahasan kontrak Luka Modric, masa depan Christian Pulisic, Mike Maignan, Adrien Rabiot, hingga perombakan komposisi lini tengah.
Baca Juga:Bruno Guimaraes Ngotot Ingin Pindah ke Arsenal: Christian Norgaard dan Martin Zubimendi Bisa Jadi Korban Kylian Mbappe dan Messi Top Skor Piala Dunia 2026: Erling Haaland Pesaing Terdekat
Di balik berbagai aktivitas tersebut, muncul kritik tajam dari jurnalis senior Italia Marco Conterio.
Dalam kolom editorialnya di Tuttomercatoweb, Conterio menilai ada satu bagian penting yang justru terlupakan dalam proyek kebangkitan AC Milan, yakni sosok direktur teknik.
Menurutnya, sehebat apa pun strategi transfer yang disusun, Milan tetap membutuhkan figur yang setiap hari berada di pusat latihan dan menjadi penghubung antara ruang ganti, pelatih, serta jajaran direksi.
Conterio mengawali tulisannya dengan menggambarkan betapa sibuknya agenda AC Milan pada musim panas ini.
Rossoneri dikabarkan sudah menggelontorkan 70 juta euro atau sekitar Rp1,4 triliun (kurs €1 = Rp20.000) untuk mendatangkan Gonçalo Ramos.
Selain itu, Milan juga disebut menyiapkan 30 juta euro atau sekitar Rp600 miliar demi memboyong bek Lazio, Mario Gila.
Di sisi lain, pelatih Ruben Amorim masih menginginkan tambahan seorang gelandang serang.
Baca Juga:Dembele Ungkap Pesan Rahasia Mbappé untuk Bobol Gawang Maroko: Saya Diminta Bermain di TengahYamal Rayu Julian Alvarez Gabung Barcelona: Sosok yang Sempurna untuk Gaya Bermain Barca
Milan juga harus mengamankan perpanjangan kontrak Luka Modric, mempertahankan Christian Pulisic yang tidak masuk daftar jual, serta mengambil keputusan terkait masa depan Adrien Rabiot dan Mike Maignan yang masih menjadi incaran sejumlah klub.
Belum lagi kebutuhan mencari satu bek tengah baru serta menentukan pemain-pemain lini tengah yang akan dipertahankan maupun dilepas.
Menurut Conterio, pekerjaan rumah Milan sangat banyak. Namun, ia menilai ada satu persoalan mendasar yang justru belum diselesaikan.
Menariknya, Conterio juga memberikan apresiasi kepada pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, atas cara klub membangun citra di hadapan publik.
Ia bahkan memuji sikap optimistis Ruben Amorim dalam setiap konferensi pers.
“Dari sisi strategi komunikasi, Milan bisa menjadi contoh bagi klub lain,” tulis Conterio.
Tapi, ia mempertanyakan apakah komunikasi yang baik saja sudah cukup untuk membawa Milan kembali ke puncak.
