FIFA Tebang Pilih? Kartu Merah Balogun Dianggap Tak Sengaja, Kartu Kuning Michael Olise Tak Diampuni

Michael Olise
Michael Olise  Foto: Tangkapan layar Instagram@equipedefrance
0 Komentar

Situasi berbeda justru dialami Timnas Prancis.

Federasi Sepak Bola Prancis mengajukan permohonan agar kartu kuning Michael Olise yang diterima saat menghadapi Paraguay pada menit-menit akhir pertandingan dibatalkan.

Permohonan itu diajukan dengan mengacu pada preseden kasus Balogun yang sebelumnya dikabulkan FIFA.

FIFA menolak banding tersebut dan memutuskan kartu kuning Olise tetap berlaku.

Baca Juga:AC Milan Ingin Borong 3 Pemain Udinese: Gianluca Nani Muncul di Casa MilanEra Baru AC Milan Telah Lahir: Cardinale Turun Gunung Kembalikan Mental Juara Rossoneri

Kepastian itu disampaikan langsung oleh pelatih Prancis, Didier Deschamps, dalam konferensi pers jelang pertandingan perempat final.

“Untuk kartu kuning itu tidak ada perubahan. Pagi ini kami menerima pemberitahuan resmi dari FIFA yang menegaskan bahwa sanksinya tetap berlaku,” ujar Deschamps.

Pelatih Les Bleus itu memilih tidak memperpanjang polemik. Ia lebih memilih mengalihkan fokus timnya menuju laga perempat final melawan Maroko.

Meski Deschamps menahan diri, keputusan FIFA kembali memunculkan tudingan adanya standar ganda dalam penerapan aturan disiplin.

Banyak pihak mempertanyakan alasan kartu merah Balogun bisa dibatalkan dengan alasan tidak disengaja, sementara kartu kuning Olise yang dinilai tidak terlalu kontroversial justru tetap dipertahankan.

Perbedaan perlakuan tersebut semakin memperkuat kritik terhadap konsistensi FIFA sepanjang Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, UEFA juga telah mempertanyakan keputusan terkait Balogun, sedangkan kubu Mesir menilai sejumlah keputusan pertandingan melawan Argentina telah merugikan mereka.

Baca Juga:Como Rekrut Yan Couto, Inter Ogah Naikkan Tawaran untuk KhalailiInter Milan Diminta Penuhi Permintaan Chivu: Jangan Abaikan Keinginan Pelatih

Kini, muncul kasus baru yang kembali menempatkan FIFA di bawah sorotan tajam.

Di tengah berlangsungnya babak gugur yang menghadirkan banyak pertandingan menarik, isu mengenai kepemimpinan wasit dan keputusan disiplin justru menjadi pembahasan yang tak kalah besar.

Argentina telah memastikan tempat di perempat final usai menyingkirkan Mesir lewat comeback dramatis, sementara Swiss menjadi lawan berikutnya bagi Lionel Messi dan kawan-kawan.

Di sisi lain, Prancis bersiap menghadapi Maroko dengan tetap membawa beban kontroversi terkait keputusan FIFA atas Michael Olise.

Serangkaian polemik mulai dari pencabutan hukuman Balogun, penolakan banding Prancis, hingga tudingan keras dari kubu Mesir membuat citra Piala Dunia 2026 terus dipenuhi perdebatan.

Bagi sebagian pencinta sepak bola, turnamen ini tidak hanya akan dikenang karena aksi-aksi spektakuler di lapangan, tetapi juga karena berbagai keputusan kontroversial yang memunculkan pertanyaan tentang konsistensi dan keadilan dalam penerapan regulasi FIFA.

0 Komentar