Berdasarkan laporan sejumlah media olahraga Italia, seperti La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, Allegri memberlakukan hukuman tegas bagi pemain yang datang terlambat.
Pelanggaran tidak hanya berujung pada denda, tetapi juga bisa membuat pemain dicoret dari skuad pertandingan maupun tur pramusim.
Selain itu, seluruh pemain diwajibkan hadir lebih awal untuk sarapan dan makan siang bersama di Milanello.
Baca Juga:Era Baru AC Milan Telah Lahir: Cardinale Turun Gunung Kembalikan Mental Juara RossoneriComo Rekrut Yan Couto, Inter Ogah Naikkan Tawaran untuk Khalaili
Kebijakan tersebut diterapkan agar tim medis dan staf pelatih dapat mengontrol pola makan serta kondisi fisik setiap pemain.
Allegri juga melarang penggunaan telepon genggam di ruang ganti, ruang rapat taktik, maupun saat makan bersama.
Menurutnya, para pemain harus membangun komunikasi secara langsung, bukan sibuk dengan layar ponsel masing-masing.
Tak hanya itu, berat badan pemain diawasi secara ketat. Siapa pun yang gagal menjaga kondisi fisik sesuai standar klub akan dikenai sanksi internal.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah penghapusan kebiasaan pemain duduk dalam kelompok-kelompok kecil saat makan.
Allegri menginginkan seluruh anggota tim berada di satu meja panjang untuk memperkuat kebersamaan dan menghilangkan sekat di ruang ganti.
Aturan berpakaian juga diperketat. Saat menjalani laga tandang, seluruh rombongan Milan, mulai dari pemain, staf pelatih, petugas perlengkapan hingga juru masak, diwajibkan mengenakan setelan resmi klub lengkap dengan blazer dan dasi sebagai simbol profesionalisme.
Baca Juga:Inter Milan Diminta Penuhi Permintaan Chivu: Jangan Abaikan Keinginan PelatihCardia Sindir Langkah AC Milan di Bursa Transfer: Belanja Besar Tak Menjamin Kemenangan
Ketegasan tersebut bahkan berdampak pada beberapa pemain muda. Salah satunya Álex Jiménez, yang dikabarkan sempat tersingkir dari skuad utama setelah beberapa kali melanggar aturan keterlambatan dan kewajiban makan bersama.
Kini, dengan hadirnya Ruben Amorim dan keterlibatan langsung Gerry Cardinale, Milan berharap budaya disiplin itu semakin mengakar.
Cardinale sebelumnya telah mengakui kesalahan karena terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari klub selama empat tahun terakhir.
Ia berjanji akan mengawasi langsung setiap keputusan penting agar proyek baru Rossoneri berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, Amorim juga menegaskan bahwa ia hanya ingin bekerja dengan pemain yang memiliki komitmen penuh terhadap klub.
Filosofi tersebut terlihat dari evaluasi besar-besaran terhadap skuad, termasuk kemungkinan melepas beberapa pemain yang tidak masuk dalam rencana jangka panjang.
