Menurutnya, timnya adalah pihak yang pantas memenangkan pertandingan, sementara berbagai keputusan yang terjadi dianggap sangat merugikan Mesir.
“Kami adalah tim yang lebih baik. Apa yang terjadi malam ini tidak adil. Mungkin FIFA ingin Messi tetap berada di turnamen ini karena alasan pemasaran,” kata Hossam Hassan dalam konferensi pers.
Ia bahkan melanjutkan tudingannya dengan kalimat yang jauh lebih keras.
“Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan, apa pun risikonya. Ini jelas pertandingan yang sudah diatur dan seluruh dunia melihatnya. Kalau memang mereka sangat ingin Argentina menjadi juara, lalu untuk apa mengundang negara-negara lain ikut Piala Dunia?” ujarnya.
Baca Juga:Media Italia: Absen dari Liga Champions, AC Milan Diprediksi Rugi Rp500 Miliar Tahun DepanFiorentina Incar Bintang Muda Real Madrid: Transfer Tergantung Izin Mourinho
Pernyataan tersebut langsung memancing perdebatan luas di media sosial maupun kalangan pengamat sepak bola. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari FIFA terkait tudingan tersebut.
Kekecewaan juga disampaikan penyerang Mesir, Ziko.
Menurutnya, keputusan-keputusan wasit sepanjang pertandingan sangat merugikan timnya.
“Wasit tidak memimpin pertandingan dengan baik. Dia tidak adil kepada kami sejak awal. Rasanya dia memang tidak ingin kami menang,” ujar Ziko.
Ia mengaku sedih gagal membawa kebahagiaan bagi para pendukung Mesir, tetapi merasa kekalahan itu bukan sepenuhnya kesalahan para pemain.
“Kami sudah unggul 2-0. Lalu semuanya berubah. Selamat kepada Argentina untuk satu Piala Dunia lagi, sepertinya memang itu yang diinginkan,” sindirnya.
Messi Cetak Sejarah Baru
Di balik kontroversi tersebut, Lionel Messi kembali menorehkan sejumlah rekor luar biasa.
Meski mencatat statistik negatif dengan dua kegagalan penalti di turnamen ini—empat kegagalan sepanjang sejarah penampilannya di Piala Dunia—kapten Argentina itu tetap menjadi aktor utama kemenangan timnya melalui satu gol dan satu assist.
Tambahan gol tersebut membuat Messi menyamai rekor delapan gol dalam satu edisi Piala Dunia yang sebelumnya dipegang Guillermo Stabile pada 1930.
Baca Juga:Argentina vs Mesir: Scaloni Minta Waspadai Salah dan MarmoushSepp Blatter Sindir FIFA: Sepak Bola Jangan Jadi Permainan Kekuasaan Politik
Selain itu, assist yang ia berikan membuat koleksi umpan gol Messi di ajang Piala Dunia mencapai dua digit, menyamai pencapaian para legenda seperti Pelé.
Rekor lain yang lebih istimewa adalah Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol pada enam pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun.
