Sebelumnya ia melakukannya saat menghadapi Australia, Belanda, Kroasia, dan Prancis pada edisi sebelumnya. Di turnamen kali ini, korban berikutnya adalah Tanjung Verde dan Mesir.
Catatan tersebut melampaui rekor lima pertandingan milik legenda Brasil Leonidas, Vavá, serta penyerang legendaris Hungaria Gyorgy Sarosi.
Tak hanya itu, dengan torehan satu gol dan satu assist dalam laga melawan Mesir, Messi juga memecahkan rekor lama milik Nils Liedholm yang telah bertahan sejak Piala Dunia 1938.
Baca Juga:Media Italia: Absen dari Liga Champions, AC Milan Diprediksi Rugi Rp500 Miliar Tahun DepanFiorentina Incar Bintang Muda Real Madrid: Transfer Tergantung Izin Mourinho
Saat itu legenda Swedia tersebut mencatat prestasi serupa pada usia 35 tahun, sedangkan Messi berhasil melakukannya menjelang usia 40 tahun.
Meski kemenangan Argentina dipenuhi drama dan kontroversi, hasil ini memastikan langkah Lionel Messi dan rekan-rekannya terus berlanjut menuju perempat final.
Sementara itu, tudingan keras dari kubu Mesir diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan panjang di dunia sepak bola, terutama terkait kepemimpinan wasit dan transparansi penyelenggaraan turnamen.
