Kini, setelah satu musim di Bundesliga, ia bersiap memulai petualangan baru bersama Como.
Inter Bertahan pada Tawaran untuk Khalaili
Sementara itu, Inter Milan masih melanjutkan negosiasi untuk mendapatkan winger Union Saint-Gilloise, Anan Khalaili.
Nerazzurri sebelumnya telah mengajukan tawaran senilai 20 juta euro, atau sekitar Rp400 miliar, tetapi proposal tersebut ditolak oleh klub Belgia.
Baca Juga:Jurnalis Italia Sanjung Era Baru Juventus: Duet Carnevali dan Massara Mirip Marotta dan ParaticiMario Gila Pemain Spanyol ke-13 AC Milan: Transfer Dikebut dalam 6 Hari
Union Saint-Gilloise dikabarkan menginginkan nilai transfer mendekati 25 juta euro, atau sekitar Rp500 miliar, agar bersedia melepas pemain muda andalannya.
Meski demikian, Inter belum berniat menaikkan tawaran secara signifikan.
Manajemen klub yakin kesepakatan tetap bisa dicapai karena Khalaili sendiri telah memberikan lampu hijau untuk bergabung ke Giuseppe Meazza.
Sikap tersebut menunjukkan Inter tetap konsisten dengan kebijakan transfer mereka yang mengutamakan efisiensi finansial.
Hal ini sejalan dengan komentar jurnalis Italia Ivan Cardia yang sebelumnya menyebut Nerazzurri lebih memilih bergerak hati-hati di bursa transfer dibanding Juventus maupun AC Milan yang menggelontorkan dana besar.
Selain memburu Khalaili, Inter masih mencari tambahan pemain di sektor pertahanan.
Dua nama yang masuk radar adalah Trevoh Chalobah dan bek Galatasaray Davinson Sanchez.
Keduanya dinilai mampu menambah kualitas sekaligus kedalaman lini belakang Nerazzurri yang akan menghadapi jadwal padat musim depan.
Baca Juga:Pelatih Swiss Sanjung Gregor Kobel: Pemain Terbaik Sejati Bukanlah Striker, Tapi KiperSwiss Tantang Argentina di Babak Perempat Final, Akhiri Kutukan 72 Tahun
Manajemen Inter diperkirakan akan mempercepat pembicaraan setelah proses transfer Khalaili menemukan titik terang.
Di tengah aktivitas transfer, Inter juga menyambut kembali Aleksandar Stankovic.
Sebulan setelah resmi kembali menjadi bagian dari Nerazzurri, putra legenda Inter Dejan Stankovic itu mengungkapkan kebahagiaannya melalui saluran televisi resmi klub.
“Saya sangat emosional. Sulit menjelaskan perasaan ini. Saya mulai bermain sepak bola di Inter sejak usia empat tahun karena impian saya adalah bermain di San Siro. Sampai sekarang saya masih berusaha mencerna semua emosi ini,” ujar Stankovic.
Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya ikatan emosional sang gelandang muda dengan Inter.
Kini ia berharap mampu mengikuti jejak ayahnya yang pernah menjadi salah satu legenda terbesar klub.
Dengan Como yang terus memperkuat skuad demi menghadapi Liga Champions, serta Inter yang tetap aktif memburu sejumlah target meski berhati-hati dalam mengeluarkan dana, persaingan Serie A musim 2026/2027 dipastikan akan semakin menarik untuk disaksikan.
