Unsil Ajak Kelompok Tani Kolang-kaling  Terapkan Model Ekonomi Sirkular 

LPPM Unsil Pengabdian Masyarakat
Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya bersama Kelompok Tani Rindu Alam, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya saat melakukan Program Pengabdian dengan Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM), pada Kamis, 2 Juli 2026.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya melaksanakan Program Pengabdian dengan Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM), pada Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Rindu Alam, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Program pengabdian yang diketuai oleh Prof Dr H Budy Rahmat Ir MS dengan anggota tim lainnya Prof Dr H Maman Suryaman Ir MSc, Yaya Sunarya Ir MSc, Teddy Ir MSc dan Dr Zulfikar SP MP. Serta mahasiswa S1, S2, dan S3 dari Program Studi Agroteknologi yakni Siti Maskillah, Salma, Iqbal Akmalludin, Rizki Nuralam, dan Rifki. Pengabdian tersebut mengusung tema “Penerapan Model Ekonomi Sirkular pada Home Industri Kolang-Kaling” sebagai bentuk edukasi sekaligus praktik langsung dalam meningkatkan pengetahuan dan ramah lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian Prof Dr H Budy Rahmat Ir MS, mengatakan kegiatan pengabdian ini memberikan inovasi mengenai pemanfaatan biomassa kolang-kaling dan teknologi rancang bangun tungku pembuatan arang drum ganda yang portabel bagi mitra. Adapun keunggulan tungku arang portabel ini dibanding tungku lubang tanah yaitu proses karbonisasi terkendali, sehingga kualitas arang lebih baik, rendemen arang lebih tinggi serta waktu lebih singkat, sekitar 180 menit dan asap sebagai hasil samping bisa dikondensasi menjadi asap cair.

Baca Juga:King Cobra Masuk Pemukiman di Pangandaran, Takluk di Tangan Petugas DamkarKas Daerah Bermasalah, Pencairan Hibah Jadi Susah, Organisasi Kena Getah

“Adanya penerapan alat ini lebih ramah lingkungan dan portabel sesuai kebutuhan,” katanya kepada radar, Senin (6/7/2026).

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pematerian penerapan model ekonomi sirkular pada home industri kolang-kaling. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias, terlihat dari partisipasi aktif para anggota Kelompok Tani yang menyimak paparan dengan saksama dan mengajukan berbagai pertanyaan, kemudian dilanjutkan dengan materi pengolahan dan pemanfaatan arang, serta pemasaran kolang-kaling yang disampaikan oleh Dr Zulfikar SP MP.

“Setelah sesi materi, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik pembakaran, proses karbonisasi dan pembuatan biochar dari cangkang kolang-kaling,”ujarnya.

Mengingat fokus utama kegiatan ini yaitu penjelasan pemanfaatan biomassa kolang-kaling yang dapat dimanfaatkan sebagai biochar dan briket, selain itu penjelasan mengenai tungku drum ganda, meliputi: struktur, cara kerja, dan keunggulannya, bahan baku potensial, pembakaran dan pengeringan bahan, proses karbonisasi: pengisian, pengapian, pengendalian aliran udara, pendinginan dan pembongkaran arang; dan pengemasan dan pemasaran produk arang.

0 Komentar