Banyak Botol Miras Dibuang di Sawah Jalan Lingkar Utara Tasikmalaya, Bikin Petani Geram

botol miras di sawah Tasikmalaya
Petani memperlihatkan botol miras yang ditemukan di areal pesawahnya di Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Areal persawahan di sepanjang Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya berubah menjadi “ladang ranjau” bagi para petani.

Bukan karena hama atau bencana alam, melainkan ratusan botol minuman keras (miras) yang dibuang sembarangan hingga melukai para penggarap sawah.

Persoalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Setiap pekan, para petani mengaku menemukan ratusan botol kaca yang terendam lumpur. Sebagian telah pecah dan menjadi ancaman serius saat mereka menanam, memupuk hingga membajak sawah.

Baca Juga:Capaian STBM Pilar 4 di Kota Tasikmalaya Jadi PR, Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Tuntaskan TargetBank Mandiri Tasikmalaya Minta Waktu, Kasus Dana Talang Milik Nasabah Prioritas Rp6,85 Miliar Menggantung

Yudi Aroy, salah seorang petani di wilayah Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, menjadi korban nyata. Telapak kaki kanannya robek setelah menginjak pecahan botol saat memupuk sekitar sebulan lalu.

“Kacida, bangkar warah. Sudah mabuk-mabukan, mencelakai petani juga,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/7/2026).

Luka yang dideritanya cukup parah hingga harus mendapat enam jahitan di puskesmas. Akibat cedera tersebut, Aroy tidak bisa bekerja selama dua pekan. Bahkan hingga kini, jempol kaki kanannya masih sulit digerakkan.

“Untung punya Kartu Sehat jadi gratis. Tapi saya tidak bisa kerja dua minggu, sampai sekarang jempol kaki masih susah digerakkan, mungkin ototnya ikut rusak,” katanya.

Sejak kejadian itu, ia terpaksa membeli sepatu khusus untuk bekerja di sawah meski mengaku kurang nyaman digunakan.

Nasib serupa dialami Rahmat, petani yang juga membuka jasa membajak sawah menggunakan traktor. Saat membajak lahan, kakinya tersayat pecahan botol yang tersembunyi di dalam lumpur.

“Lagi ngamesin menginjak beling juga. Entah pecah karena tergilas traktor atau memang sudah pecah saat dilempar ke sawah,” tuturnya.

Baca Juga:Kopi Dekafeinasi Jadi Senjata Cegah Diare dan Tambah Cuan, Inovasi Dosen Poltekkes Kemenkes TasikmalayaKata Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya: Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Cegah Geng Motor

Luka tersebut juga membuat Rahmat harus menjalani penjahitan karena robekan di telapak kakinya cukup dalam.

Fenomena botol miras di sawah bukan hanya terjadi di satu titik. Para petani menyebut hampir seluruh areal persawahan di sepanjang sekitar empat kilometer Jalan Lingkar Utara mengalami kondisi serupa.

Atik, buruh tani lainnya, mengaku di satu petak sawah saja bisa ditemukan sekitar 10 botol bekas miras. Jika dihitung sepanjang kawasan tersebut, jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan botol setiap pekan.

“Kalau sepanjang jalan ini mungkin ratusan botol. Tadi pagi sebagian sudah dipungut pemulung,” ujarnya.

0 Komentar