Capaian STBM Pilar 4 di Kota Tasikmalaya Jadi PR, Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Tuntaskan Target

capaian STBM Kota Tasikmalaya
Rapat Koordinasi (Rakor) Kota Sehat yang digelar di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 4 atau pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Tasikmalaya masih menjadi pekerjaan rumah.

Hingga pertengahan 2026, realisasinya baru mencapai 31,9 persen, masih jauh dari target 75 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kota Sehat yang digelar di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).

Baca Juga:Bank Mandiri Tasikmalaya Minta Waktu, Kasus Dana Talang Milik Nasabah Prioritas Rp6,85 Miliar MenggantungKopi Dekafeinasi Jadi Senjata Cegah Diare dan Tambah Cuan, Inovasi Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Rakor tersebut dihadiri Bappelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), camat, lurah, puluhan puskesmas, Tim Kota Sehat (TKS), serta Forum Kota Sehat (FKS).

Fokus pembahasan diarahkan pada percepatan capaian pilar yang masih tertinggal, terutama pengelolaan sampah rumah tangga sebagai salah satu indikator penting Kabupaten/Kota Sehat (KKS).

Ketua Harian Forum Kota Sehat Kota Tasikmalaya, Undang Hendiana, mengatakan rakor dilakukan untuk menyatukan langkah lintas sektor agar percepatan STBM tidak berjalan sendiri-sendiri.

“STBM di Kota Tasikmalaya masih ada capaian yang rendah, terutama Pilar 4. Karena itu kami akan melakukan pelatihan sekaligus memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat sasaran agar perubahan perilaku bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya kepada Radar.

Menurut dia, keberhasilan STBM tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Peran kelurahan, Bappelitbangda hingga DLH dinilai sangat menentukan melalui sinergi program dan anggaran.

Ia berharap dana penyelenggaraan Kelurahan Sehat dapat diintegrasikan dengan program percepatan STBM di setiap wilayah. Begitu pula Puskesmas diharapkan aktif melakukan pembinaan kepada masyarakat.

“Harapannya ada sinergi program melalui dana kelurahan, Puskesmas dan perangkat daerah lainnya supaya target STBM bisa tercapai,” katanya.

Baca Juga:Kata Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya: Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Cegah Geng MotorPolres Tasikmalaya Kota Sabet Empat Gelar dari Polda Jawa Barat, Prestasi Jangan Berhenti di Piala

Undang menjelaskan, capaian STBM menjadi salah satu indikator dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat yang memiliki 136 indikator.

Kota Tasikmalaya saat ini telah meraih penghargaan Swasti Saba Padapa dan menargetkan naik ke kategori yang lebih tinggi pada penilaian berikutnya.

“Persoalannya bukan hanya sampah, tetapi banyak indikator lain. Namun pengelolaan sampah menjadi salah satu variabel penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Berdasarkan paparan Dinas Kesehatan, capaian STBM Kota Tasikmalaya saat ini meliputi Pilar 1 Stop Buang Air Besar Sembarangan sebesar 100 persen, Pilar 2 Cuci Tangan Pakai Sabun 75,5 persen, Pilar 3 Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga 54 persen, Pilar 4 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 31,9 persen, dan Pilar 5 Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga 29,9 persen.

0 Komentar