Kata Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya: Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Cegah Geng Motor

ketahanan keluarga cegah geng motor
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tasikmalaya, Elvira Kamarrow Putri. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Maraknya kenakalan remaja, mulai dari keterlibatan dalam geng motor, balap liar hingga pergaulan bebas, dinilai tidak bisa hanya diselesaikan melalui penegakan hukum.

Pondasi utama pencegahan justru berada di lingkungan keluarga yang hadir secara utuh dalam kehidupan anak.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tasikmalaya, Elvira Kamarrow Putri, menegaskan ketahanan keluarga menjadi kunci dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat sekaligus tahan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya Kota Sabet Empat Gelar dari Polda Jawa Barat, Prestasi Jangan Berhenti di PialaDana Talang Rp6,85 Miliar Belum Cair, Nasabah Prioritas Bank Mandiri Mengaku Dipingpong

Menurutnya, ketahanan keluarga tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi juga mencakup ketahanan pangan, pendidikan karakter hingga penguatan nilai-nilai agama.

Di sinilah PKK mengambil peran strategis melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Ketahanan keluarga adalah yang utama. Di dalamnya ada ketahanan pangan dan ketahanan karakter. Peran PKK sangat besar, terutama melalui Pokja 1 yang menanamkan nilai kejujuran, integritas, kerja keras dan karakter positif lainnya,” ujar Elvira kepada Radar, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, program Kampung Binaan PKK yang telah berjalan di setiap kecamatan akan terus diperluas.

Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemandirian pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga dari berbagai aspek.

“Harapannya kebutuhan keluarga bisa tersedia dari pekarangan sendiri sehingga masyarakat semakin mandiri,” katanya.

Elvira menilai, berbagai persoalan remaja yang kini menjadi perhatian, seperti geng motor, balap liar hingga pergaulan bebas, berawal dari rapuhnya komunikasi dalam keluarga.

Baca Juga:Kepala Daerah Wajib Tegas! Target PAD Terus Meleset, Kinerja OPD Pemkot Tasikmalaya Harus DievaluasiOleh-Oleh APEKSI Ditagih, Pemkot Tasikmalaya Jangan Pulang Bawa Wacana Saja

Karena itu, orang tua dituntut lebih hadir, bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi.

“Balik lagi pondasinya adalah keluarga. Anak-anak harus punya tempat untuk bercerita, didengarkan dan mendapatkan dukungan. Dengan begitu kesehatan mental, kesehatan fisik dan pendidikannya juga akan terjaga,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, kehadiran ayah minimal satu jam setiap hari bukan sekadar berada di rumah, tetapi benar-benar meluangkan waktu untuk membangun kedekatan emosional.

“Peran ayah sangat penting. Minimal satu jam setiap hari hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga merangkul dan menjadi tempat anak bercerita. Kepada siapa lagi anak akan mencari tempat bersandar kalau bukan kepada keluarganya,” tuturnya.

0 Komentar