TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari OPD penghasil dinilai tidak cukup hanya mengandalkan target tahunan.
Di tengah tekanan fiskal pasca penyelesaian tunda bayar, digitalisasi potensi pendapatan dan evaluasi sumber daya manusia (SDM) organisasi perangkat daerah (OPD) disebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya, Arif Abdul Rohman, menilai persoalan utama yang membuat target PAD kerap tidak tercapai bukan semata besarnya potensi pendapatan, melainkan lemahnya pengelolaan SDM dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi.
Baca Juga:Oleh-Oleh APEKSI Ditagih, Pemkot Tasikmalaya Jangan Pulang Bawa Wacana SajaPersami KKRI Tasikmalaya Cetak Kadet Tangguh Berjiwa Patriot
Menurutnya, berbagai peluang peningkatan kapasitas aparatur sebenarnya sudah diberikan pemerintah, mulai dari pelatihan hingga studi banding ke sejumlah daerah.
Namun jika hasilnya belum mampu mendongkrak pendapatan daerah, maka evaluasi terhadap kualitas SDM sudah sepatutnya dilakukan.
“Kalau berbagai kesempatan belajar sudah diberikan tetapi target tetap belum tercapai, berarti harus dievaluasi SDM-nya. Harus dicari letak persoalannya di mana,” ujar Arif kepada Radar Tasikmalaya, Minggu (5/7/2026).
Ia menilai seluruh sumber potensi pendapatan daerah sudah saatnya dikelola melalui sistem digital agar lebih terukur, transparan, dan mudah diawasi.
Dengan digitalisasi, data transaksi dapat dipantau secara langsung sehingga meminimalkan celah manipulasi sekaligus memudahkan sinkronisasi antara data lapangan dengan sistem pemerintah.
Menurut Arif, selama pengelolaan masih mengandalkan mekanisme manual, potensi kebocoran maupun ketidaksesuaian data akan terus menjadi tantangan.
“Semua potensi pendapatan harus didigitalisasi sehingga hasilnya bisa terukur dan termonitor secara langsung. Tinggal disinkronkan antara data teknologi dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Baca Juga:Bank Sampah Jadi Andalan, DLH Kota Tasikmalaya Perkuat SDM PengelolaSquad Hijrah Parkir Mannaku Tasikmalaya Ajak Anak Yatim Belanja Perlengkapan Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru
Ia juga menyoroti fakta bahwa pemerintah telah berjalan bertahun-tahun, tetapi potensi PAD setiap tahun masih belum mampu dimaksimalkan.
Karena itu, sinkronisasi data dan transformasi digital harus menjadi prioritas, bukan sekadar wacana.
Selain pembenahan sistem, Arif meminta kepala daerah meningkatkan pengawasan terhadap kinerja para kepala OPD.
Menurutnya, evaluasi harus dilakukan apabila capaian kinerja tidak menunjukkan hasil yang diharapkan.
“Kepala daerah harus benar-benar tegas dan mengawasi kinerja para kepala OPD. Kalau masih belum maksimal, ya harus dievaluasi kinerja SDM OPD-nya,” tegasnya.
