Catat Kerugian Hingga Rp1,2 Triliun, Juventus Kena Denda Rp400 Miliar

Juventus
Ilustrasi Juventus Tangkapan layar X
0 Komentar

RADARTASIK.ID – UEFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Juventus setelah klub raksasa Serie A itu terbukti melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) atau regulasi pendapatan sepak bola yang berlaku dalam sistem pengawasan keuangan klub Eropa.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (30/6), UEFA mengumumkan bahwa Juventus telah menyepakati perjanjian penyelesaian (settlement agreement) baru yang akan berlangsung selama tiga tahun.

Kesepakatan tersebut menjadi konsekuensi atas kegagalan Bianconeri memenuhi ketentuan finansial yang ditetapkan UEFA.

Baca Juga:Resmi! Goncalo Ramos Jadi Pembelian Termahal dalam Sejarah AC Milan, Tembus Rp1,48 TriliunBastoni Terjerat Dugaan Prostitusi Anak, Daniel Maldini Dipanggil Jadi Saksi

Dalam hasil evaluasinya, badan sepak bola tertinggi Eropa itu menyebut Juventus tidak mematuhi aturan Football Earnings Rule, yakni regulasi yang mengharuskan klub peserta kompetisi Eropa memiliki defisit agregat maksimal 60 juta euro atau sekitar Rp1,2 triliun (kurs €1 = Rp20.000) selama tiga tahun laporan keuangan yang menjadi objek pengawasan.

Defisit agregat adalah total kerugian bersih yang dikumpulkan selama beberapa tahun, bukan kerugian dalam satu tahun saja.

Dalam konteks aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA, defisit agregat menghitung selisih antara pendapatan yang relevan dan pengeluaran yang relevan klub selama periode pemantauan, biasanya tiga tahun.

Penilaian UEFA mencakup laporan keuangan Juventus untuk periode 2023, 2024, dan 2025, yang menjadi dasar evaluasi bagi klub-klub peserta kompetisi antarklub Eropa musim ini.

Sebagai konsekuensi dari pelanggaran tersebut, Juventus terancam membayar denda hingga 20 juta euro, setara sekitar Rp400 miliar.

Namun, nominal tersebut tidak seluruhnya harus dibayarkan secara langsung. Berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan UEFA, terdapat pembagian antara denda yang bersifat wajib dan denda bersyarat.

Juventus dipastikan harus membayar 6 juta euro atau sekitar Rp120 miliar sebagai denda tanpa syarat.

Baca Juga:AC Milan Terlalu Bergantung pada Jorge Mendes, Jurnalis Italia Ingatkan Nasib Buruk WolverhamptonRayuan Amorim Tak Manjur, Liberali Ragu Kembali ke AC Milan

Sementara itu, sisa 14 juta euro atau sekitar Rp280 miliar bersifat kondisional.

Artinya, Juventus hanya diwajibkan membayar jumlah tersebut apabila gagal memenuhi target-target keuangan yang telah ditetapkan UEFA selama masa perjanjian berlangsung.

Dengan kata lain, apabila Juventus mampu memperbaiki kondisi finansialnya sesuai jadwal yang telah disepakati, klub asal Turin itu dapat terhindar dari sebagian besar sanksi finansial tersebut.

Perjanjian penyelesaian ini berlaku selama tiga tahun dengan tenggat hingga musim 2028/2029.

0 Komentar