AC Milan Terlalu Bergantung pada Jorge Mendes, Jurnalis Italia Ingatkan Nasib Buruk Wolverhampton

Jorge Mendes
Jorge Mendes Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Rencana AC Milan menjadikan Jorge Mendes sebagai sosok sentral dalam bursa transfer musim panas menuai sorotan.

Jurnalis Italia Raimondo De Magistris mengingatkan Rossoneri agar tidak terlalu bergantung kepada agen super asal Portugal tersebut karena khawatir mengulang kisah buruk yang pernah dialami Wolverhampton Wanderers.

Dalam kolom editorialnya di Tuttomercatoweb, De Magistris menilai kehadiran Mendes memang bisa mempercepat proses transfer pemain.

Baca Juga:Rayuan Amorim Tak Manjur, Liberali Ragu Kembali ke AC MilanCurtis Jones Terlalu mahal, Inter Milan Bidik Niccolo Pisilli

Namun, di sisi lain, ketergantungan berlebihan kepada seorang agen menyimpan risiko besar bagi masa depan klub.

Sorotan itu muncul setelah AC Milan dikabarkan segera menuntaskan transfer striker Paris Saint-Germain, Goncalo Ramos, dengan nilai mencapai 70 juta euro, atau sekitar Rp1,4 triliun (kurs 1 euro = Rp20.000).

Nilai tersebut akan memecahkan rekor pembelian termahal dalam sejarah AC Milan yang sebelumnya dipegang Rafael Leao.

Menurut De Magistris, keberhasilan negosiasi tersebut tidak lepas dari peran Jorge Mendes yang kini dianggap sebagai sosok paling berpengaruh dalam aktivitas transfer Rossoneri.

Tanpa kehadiran direktur olahraga dan dengan Zlatan Ibrahimovic yang sedang berada di Amerika Serikat untuk menjadi komentator Piala Dunia 2026, pemilik klub Gerry Cardinale disebut mempercayakan sebagian besar aktivitas transfer kepada Mendes.

Tak hanya mengurus kedatangan Goncalo Ramos, agen berpengaruh itu juga dikabarkan terlibat dalam negosiasi penjualan Santiago Gimenez ke Porto serta membuka peluang transfer Rafael Leao apabila ada tawaran di kisaran 40 hingga 45 juta euro, atau sekitar Rp800 miliar hingga Rp900 miliar.

Meski mengakui kualitas dan jaringan luas Mendes, De Magistris menegaskan bahwa menyerahkan arah bursa transfer kepada seorang agen bukanlah keputusan tanpa risiko.

Baca Juga:Direktur Inter Milan Menyesal Gagal Datangkan Sandro TonaliBrasil Susah Payah Kalahkan Jepang, Bukti Terbaru Carlo Ancelotti Selalu Menang di Menit Akhir

Menurutnya, seorang agen pada dasarnya akan selalu mengutamakan kepentingan klien dan bisnisnya sendiri sebelum memikirkan kebutuhan klub.

“Selama semuanya berjalan baik dan pemilik klub terus mengeluarkan dana, kepentingan agen dan klub bisa saja sejalan. Namun ketika situasi berubah, kepentingan itu belum tentu tetap sama,” tulis De Magistris.

Sebagai contoh, ia mengingatkan pengalaman Wolverhampton Wanderers di bawah kepemilikan Fosun International.

Selama hampir satu dekade, Wolves menjalin hubungan yang sangat erat dengan Jorge Mendes.

0 Komentar