AC Milan Terlalu Bergantung pada Jorge Mendes, Jurnalis Italia Ingatkan Nasib Buruk Wolverhampton

Jorge Mendes
Jorge Mendes Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Berkat bantuan sang agen, klub asal Inggris itu mampu mendatangkan banyak pemain Portugal berkualitas dan sempat menikmati masa keemasan pada periode 2018 hingga 2020.

Namun, ketika proyek klub mulai mengalami perlambatan dan investasi menurun, situasi berubah drastis.

“Mendes bukan hanya mulai membawa lebih sedikit pemain, tetapi juga mempercepat kepergian sejumlah pemain penting. Akibatnya, kualitas skuad perlahan menurun hingga akhirnya berujung degradasi,” tulisnya.

Baca Juga:Rayuan Amorim Tak Manjur, Liberali Ragu Kembali ke AC MilanCurtis Jones Terlalu mahal, Inter Milan Bidik Niccolo Pisilli

Karena itulah, De Magistris melihat ada sedikit kemiripan antara kondisi Wolverhampton saat itu dengan AC Milan sekarang, meski ia menegaskan situasinya belum separah yang dialami klub Liga Inggris tersebut.

Di balik kritik terhadap dominasi Jorge Mendes, De Magistris justru menilai langkah Milan mendatangkan Goncalo Ramos merupakan keputusan yang tepat.

Menurutnya, perdebatan mengenai harga transfer sebesar 70 juta euro justru membuat banyak orang melupakan kualitas sang pemain.

Ramos baru berusia 25 tahun dan dalam dua musim terakhir ikut memenangkan seluruh gelar bersama Paris Saint-Germain.

Memang, ia lebih sering menjadi pelapis Ousmane Dembele, tetapi tetap mampu mencetak sekitar 40 gol dalam tiga musim bersama klub ibu kota Prancis tersebut.

De Magistris juga mengingatkan bahwa PSG membeli Ramos dari Benfica dua tahun lalu dengan harga sekitar 65 juta euro atau sekitar Rp1,3 triliun.

Dengan nilai pasar yang memang berada di kisaran tersebut, ia menilai harga yang dibayarkan Milan masih masuk akal.

Baca Juga:Direktur Inter Milan Menyesal Gagal Datangkan Sandro TonaliBrasil Susah Payah Kalahkan Jepang, Bukti Terbaru Carlo Ancelotti Selalu Menang di Menit Akhir

“Apakah benar Ramos bisa didapat dengan harga yang jauh lebih murah? Saya rasa tidak. Yang terpenting bagi para pendukung adalah Milan kini memiliki penyerang utama yang bisa menjadi andalan untuk tiga hingga empat musim ke depan,” tulisnya.

Menurut De Magistris, strategi Milan kali ini jauh lebih masuk akal dibandingkan kebijakan transfer dalam dua musim terakhir.

Rossoneri sebelumnya menghabiskan dana besar untuk merekrut Santiago Gimenez, Christopher Nkunku, Alvaro Morata, hingga Niclas Füllkrug.

Namun, tidak satu pun benar-benar mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Olivier Giroud.

Akibatnya, Milan terus berganti-ganti penyerang tanpa pernah menemukan solusi jangka panjang.

Karena itu, ia menilai keputusan Cardinale mengalokasikan 70 juta euro untuk satu pemain yang benar-benar diyakini kualitasnya jauh lebih baik daripada membeli beberapa pemain dengan harga 20 hingga 35 juta euro tetapi tidak memberikan dampak signifikan.

0 Komentar