Catat Kerugian Hingga Rp1,2 Triliun, Juventus Kena Denda Rp400 Miliar

Juventus
Ilustrasi Juventus Tangkapan layar X
0 Komentar

Dalam periode tersebut, Juventus diwajibkan secara bertahap memperbaiki laporan keuangannya agar kembali memenuhi standar Financial Fair Play UEFA.

Evaluasi berikutnya akan memperhitungkan laporan keuangan tahun 2026, 2027, dan 2028.

Jika seluruh parameter berhasil dipenuhi, Juventus berpeluang mengakhiri perjanjian penyelesaian lebih cepat tanpa harus membayar seluruh denda yang bersifat kondisional.

Sebaliknya, kegagalan mencapai target pada setiap tahap evaluasi akan memicu penerapan sanksi tambahan yang jauh lebih berat.

Baca Juga:Resmi! Goncalo Ramos Jadi Pembelian Termahal dalam Sejarah AC Milan, Tembus Rp1,48 TriliunBastoni Terjerat Dugaan Prostitusi Anak, Daniel Maldini Dipanggil Jadi Saksi

UEFA menegaskan bahwa hukuman bagi Juventus tidak hanya terbatas pada aspek finansial.

Selama berada dalam masa pengawasan, Juventus juga akan dikenai pembatasan dalam mendaftarkan pemain baru ke Daftar A untuk kompetisi antarklub UEFA.

Besarnya pembatasan tersebut bergantung pada sejauh mana klub mampu memenuhi target keuangan yang telah ditetapkan.

Apabila Juventus terus mengalami penyimpangan dari rencana pemulihan, UEFA berhak menjatuhkan sanksi olahraga yang lebih berat.

Sanksi tersebut dapat berupa pengurangan jumlah pemain yang boleh didaftarkan di kompetisi Eropa, pembatasan aktivitas transfer, hingga kemungkinan dikeluarkan dari turnamen UEFA pada musim berikutnya apabila pelanggaran dinilai semakin serius.

Meski demikian, masih ada peluang bagi Juventus untuk keluar dari pengawasan UEFA lebih cepat.

Badan sepak bola Eropa itu menyatakan bahwa apabila Juventus berhasil memenuhi seluruh parameter ekonomi dalam siklus laporan keuangan 2024/2025 hingga 2026/2027, maka klub dapat mengakhiri perjanjian penyelesaian sebelum masa berlakunya berakhir.

Baca Juga:AC Milan Terlalu Bergantung pada Jorge Mendes, Jurnalis Italia Ingatkan Nasib Buruk WolverhamptonRayuan Amorim Tak Manjur, Liberali Ragu Kembali ke AC Milan

Keputusan ini menjadi peringatan keras bagi Juventus bahwa keberhasilan di atas lapangan kini harus diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang sehat.

Di tengah upaya membangun kembali kekuatan skuad untuk bersaing di Serie A , manajemen Bianconeri kini dituntut menjaga keseimbangan antara ambisi olahraga dan kepatuhan terhadap regulasi keuangan UEFA.

0 Komentar