TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Semarak menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di sejumlah ruas jalan pusat pertokoan Kota Tasikmalaya.
Pedagang bendera Merah Putih dan berbagai atribut kemerdekaan terus bermunculan, menawarkan warna-warni merah putih yang setiap Agustus menghiasi jalan hingga permukiman warga.
Namun, di balik semarak tersebut, pedagang bendera mengaku penjualan tahun ini belum seramai periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga:Edukasi Remaja di Cibeuti, KKN Umtas Soroti Bullying hingga Keamanan DigitalWarga Cisarua Tasikmalaya Harus Tempuh 20 Kilometer untuk Beli BBM!
Stok bendera lama yang masih layak pakai diduga menjadi salah satu alasan masyarakat belum banyak membeli atribut baru.
Salah seorang pedagang, Heri Sutisna (53), yang membuka lapak di Jalan HZ Mustofa, mengatakan penjualan tetap berjalan, tetapi mengalami penurunan sekitar lima persen dibandingkan tahun lalu.
“Alhamdulillah tetap ada yang beli, tetapi kalau dibandingkan tahun kemarin memang sedikit menurun,” ujar Heri, Jumat (14/8/2026).
“Mungkin karena masyarakat masih memiliki bendera yang kondisinya masih bagus, sehingga belum perlu membeli yang baru,” sambungnya.
Meski begitu, Heri masih optimistis penjualan akan meningkat menjelang puncak perayaan HUT RI pada 17 Agustus.
Berbagai strategi pun dilakukan untuk menarik pembeli, salah satunya dengan menghadirkan produk baru.
Tahun ini, ia menjual belangkon bermotif Merah Putih dengan harga sekitar Rp10 ribu per buah. Produk tersebut disebut cukup menarik perhatian pembeli.
Baca Juga:Gudang Arak Bali di Cibeureum Kota Tasikmalaya Digerebek, 500 Liter Miras Oplosan Disita PolisiKampung Bebas Narkoba Polres Tasikmalaya Kota Raih Juara 3 Mabes Polri, Warga Jadi Garda Depan
“Tahun ini kami menjual belangkon Merah Putih edisi baru. Alhamdulillah cukup diminati pembeli,” katanya.
Heri mengaku sudah berjualan atribut kemerdekaan sejak April 2026, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya.
Memasuki Agustus, pembeli mulai berdatangan, meski belum menunjukkan keramaian seperti tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, penjualannya turun sekitar lima persen. Biasanya mulai tanggal 1 Agustus pembeli sudah mulai ramai,” ungkapnya.
Menariknya, sebagian besar pelanggan Heri justru berasal dari luar Kota Tasikmalaya.
Mereka datang dari Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran hingga wilayah Ciawi.
Konsumen tersebut mayoritas berasal dari instansi pemerintah, kantor swasta, pengurus lingkungan perumahan, serta pelanggan lama yang rutin membeli perlengkapan kemerdekaan setiap tahun.
“Kebanyakan pembeli dari luar Tasikmalaya, seperti Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Ciawi. Banyak juga dari instansi pemerintah, kantor swasta, serta warga perumahan yang menghias lingkungannya untuk menyambut Hari Kemerdekaan,” tuturnya.
