Jelang HUT RI, Penjualan Bendera di Kota Tasikmalaya Menurun

penjualan bendera 
Seorang pejalan kaki melintasi berbagai atribut kemerdekaan yang dijajakan pedagang di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Jumat (14/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Di luar musim kemerdekaan, Heri sehari-hari berjualan kacamata dan mainan anak-anak.

Lapak atribut Merah Putih menjadi sumber penghasilan tambahan yang kembali ramai setiap kali Agustus tiba.

“Kalau hari biasa saya jualan kacamata dan mainan anak-anak,” tambahnya.

Baca Juga:Edukasi Remaja di Cibeuti, KKN Umtas Soroti Bullying hingga Keamanan DigitalWarga Cisarua Tasikmalaya Harus Tempuh 20 Kilometer untuk Beli BBM!

Sementara itu, salah seorang pembeli, Nining Yuningsih (32), mengatakan dirinya sengaja datang untuk membeli bendera, umbul-umbul, dan sejumlah perlengkapan merah putih untuk menghias lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya membeli bendera, umbul-umbul, dan perlengkapan lainnya untuk dipasang di lingkungan perumahan,” tutur warga Manonjaya ini.

Menurut Nining, memasang bendera Merah Putih dan menghias lingkungan setiap Agustus bukan sekadar rutinitas tahunan.

Tradisi tersebut dinilai penting untuk menjaga penghormatan kepada para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Setiap tahun saya selalu membeli atau mengganti aksesori Merah Putih untuk dipasang di rumah. Selain memeriahkan HUT RI, ini juga menjadi bentuk rasa cinta kepada Indonesia,” pungkasnya. (rezza rizaldi)

0 Komentar