Thomas Helveg: Singa Tuli yang Dijemput Paolo Maldini Saat Pertama Gabung AC Milan

Thomas Helveg
Thomas Helveg Foto: Tangkapan layar Youtube
0 Komentar

“Saat datang untuk menandatangani kontrak, suasananya sepi. Saya berjalan sambil melihat-lihat dengan rasa kagum seperti anak kecil di taman bermain,” kenangnya.

Pada hari pertama pemusatan latihan, Helveg mendapat sambutan yang tidak pernah dilupakannya.

“Paolo Maldini datang menjemput saya. Dia mengajak saya minum kopi, lalu selama sekitar setengah jam menjelaskan apa arti menjadi bagian dari AC Milan dan bagaimana seorang pemain harus bersikap,” tambahnya.

Menurut Helveg, Maldini menjadi contoh sempurna tentang profesionalisme.

Baca Juga:Diramal Ibrahimovic Bakal Jadi Bintang Piala Dunia, Klub Serie A Antre Tanda Tangan AlajbegovicLuka Modric Bantah Akan Kembali ke Real Madrid: Mourinho Belum Mengontak Saya

“Bersama Paolo, George Weah, Alessandro Costacurta, dan para juara lainnya, saya belajar arti kerja keras. Saya memang selalu memberikan kemampuan terbaik, tetapi mereka adalah pemain-pemain hebat yang tidak pernah mengendurkan intensitas latihan sedikit pun,” jelasnya.

Ia juga memberikan pujian khusus kepada Zvonimir Boban.

“Boban adalah pesulap. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan apa yang bisa ia lakukan dengan bola. Terkadang saya hanya bisa menatapnya dan bertanya dalam hati, bagaimana mungkin seseorang mampu melakukan hal seperti itu,” sanjungnya.

Helveg menambahkan bahwa ruang ganti Milan saat ditangani Zaccheroni maupun Carlo Ancelotti merupakan salah satu yang terbaik yang pernah ia rasakan.

“Kami benar-benar seperti keluarga. Hubungan antarpemain sangat luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan,” katanya.

Meski memiliki banyak kenangan indah, Helveg juga mengingat satu pengalaman yang cukup menyakitkan.

Suatu ketika, Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, menyebutnya sebagai “Singa Tuli” dalam sebuah siaran langsung televisi nasional.

“Sampai sekarang saya tidak pernah benar-benar mengerti mengapa beliau menyebut saya seperti itu. Kami baru pulang dari laga tandang. Memang saya bermain kurang baik, tetapi saya merasa tidak pantas mendapat julukan tersebut,” tegasnya.

Beberapa hari kemudian, Berlusconi sempat menghubunginya.

Baca Juga:Matias Soule Memilih Pulang ke Juventus Jika Dijual AS Roma: Tak Tergiur Gaji Rp240 Miliar per Musim Pelatih Argentina Mengaku Tak Berani Ajari Messi Cara Bermain Bola: "Apa yang Harus Saya Katakan?" 

“Beliau menelepon dan mengatakan tidak pernah mengucapkan hal itu. Jujur saja, saya tidak terlalu mempercayainya,” akunya.

Meski demikian, Helveg memilih melupakan kejadian tersebut.

“Saya memang sedikit kecewa, tetapi saya selalu menjaga jarak profesional. Dia adalah presiden klub, sementara saya hanya seorang pemain,” ucapnya.

Pada akhirnya Helveg harus meninggalkan AC Milan sebagai bagian dari sebuah kesepakatan transfer menuju Inter Milan.

0 Komentar