Abrasi Musiman Datang, Mempersulit Nelayan dan Pelaku Usaha di Pangandaran

abrasi pantai barat pangandaran
Kondisi pesisir Pantai Barat Pangandaran yang mengalami abrasi, Selasa (11/8/2026). (Foto: Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Bibir Pantai Pangandaran tergerus arus laut, sehingga mengakibatkan abrasi di sejumlah titik. Kondisi tersebut mempersulit nelayan serta usaha rekreasi perahu wisata.

Pantauan Radar, bibir Pantai Barat Pangandaran mengalami perubahan, di mana hamparan pasir di sejumlah titik tergerus air laut hingga lebih dari satu meter. Di samping perubahan fisik, kondisi itu dikeluhkan oleh para nelayan serta pelaku usaha jasa perahu wisata.

Ketua Paguyuban Perahu Pesiar Kabupaten Pangandaran Miswan mengatakan abrasi menjadi kendala bagi para pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di laut.

Baca Juga:APBD Kota Tasik: Kebanyakan Lemak!10 Syarat Menuju Kursi KADIN!

“Yang tadinya hamparan pasir landai, sekarang mengalami abrasi akibat tergerus air laut,” katanya saat ditemui di bibir Pantai Pangandaran, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kondisi gelombang laut saat ini cukup tinggi dengan arus yang juga sangat kuat. Situasi itu membuat aktivitas perahu wisata maupun nelayan menjadi lebih sulit.

“Para pelaku usaha ini kan bekerja menjual jasa kepada wisatawan, sementara nelayan mencari ikan ke laut. Dengan kondisi ombak dan arus seperti ini, aktivitas mereka tentu terganggu,” katanya.

Miswan menilai, abrasi di kawasan pesisir Pangandaran membutuhkan penanganan jangka panjang dari instansi terkait. Langkah tersebut dinilai penting agar abrasi tidak terus menggerus kawasan pantai dan mengancam aktivitas masyarakat pesisir.

Ia menyebut fenomena abrasi sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat pesisir di Pangandaran. Kondisi serupa dapat terjadi beberapa kali dalam setahun, terutama ketika gelombang laut meningkat.

“Fenomena abrasi bibir pantai ini bisa terjadi sampai empat kali dalam setahun. Ini sudah menjadi fenomena biasa bagi masyarakat pesisir di Pangandaran,” katanya.

Meskipun demikian, abrasi yang terus berulang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Selain berpotensi mengubah garis pantai, kondisi itu dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor wisata bahari dan perikanan.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar