5 Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ciptakan Terobosan Baru Cegah Anemia pada Ibu Hamil dan Remaja

Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menghadirkan lima inovasi kesehatan berbasis komunitas yang langsung menyasar wilayah kerja Puskesmas Kahuripan, khususnya di Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang. (Istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya menurunkan angka anemia pada remaja putri dan ibu hamil di Kota Tasikmalaya kini mendapat dorongan baru dari lingkungan akademik.

Lima mahasiswi profesi bidan dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menghadirkan lima inovasi kesehatan berbasis komunitas yang langsung menyasar wilayah kerja Puskesmas Kahuripan, khususnya di Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang.

Program ini menjadi bagian dari stase 10 asuhan manajemen kebidanan komunitas yang menuntut mahasiswa merancang intervensi nyata untuk masalah kesehatan masyarakat.

Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Banjar Tanam Pohon di RS Orthopedi Ciamis, Wujud Kepedulian terhadap LingkunganBPJS Kesehatan Gandeng KDMP Dawagung untuk Perluas Kepesertaan dan Keaktifan JKN di Tasikmalaya

Fokus utamanya jelas, yaitu pencegahan anemia pada remaja dan ibu hamil yang masih menjadi persoalan kesehatan berulang di tingkat layanan primer.

Implementasi lima inovasi ini tidak berjalan sendiri. Kegiatan mendapatkan dukungan dari pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan puskesmas, serta kader kesehatan setempat.

Izin resmi juga telah diberikan oleh Lurah Cikalang Eri Hendrawan SH dan Kepala Puskesmas H Asep Rahmadiana SKep Ners MKep sebagai dasar pelaksanaan program di lapangan.

Peluncuran inovasi dilakukan pada April 2026 di beberapa Rukun Warga di Kelurahan Cikalang.

Lima mahasiswi yang terlibat adalah Dila Nazpa, Dwi Bella Salsabila, Viani Cahya Martha, Revayasta Ananda, dan Sumber Wigati.

Setiap mahasiswi membawa pendekatan berbeda yang saling melengkapi.

Seluruh inovasi dirancang berbasis edukasi, perubahan perilaku, dan dukungan keluarga.

MAS BEJO: Maksimalkan Serap Zat Besi dengan Jus Orange

Inovasi ini mengusung konsep “Maksimalkan Serap Zat Besi dengan Jus Orange”.

Program ini menekankan edukasi dan intervensi langsung pada ibu hamil agar penyerapan tablet Fe lebih optimal dengan bantuan vitamin C dari jus jeruk.

Baca Juga:Anyaman Bambu Tembus Pasar Ekspor! ITB dan Bappeda Jabar Petakan Potensi Desa Padakembang untuk Naik KelasSemarak HUT Ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Gaya Hidup Sehat Lewat Health Fun Run

Program ini juga melibatkan kerja sama lintas sektor melalui kesepakatan bersama antara puskesmas, kelurahan, serta pengelola layanan pangan setempat.

Dukungan kader dan bidan desa memperkuat pelaksanaan di komunitas.

CERI: Cegah Anemia Remaja

CERI atau Cegah Anemia Remaja hadir dalam bentuk buku saku edukasi dan pencatatan kesehatan remaja. Inovasi ini terintegrasi dengan sistem pengingat digital SATU SEHAT untuk konsumsi tablet tambah darah secara rutin.

Pendekatan ini menargetkan perubahan kebiasaan remaja melalui pemantauan kadar hemoglobin di posyandu remaja serta penguatan literasi kesehatan.

0 Komentar