“Kita ingin melihat apa saja yang masih perlu dievaluasi sehingga penerapan aturan bisa semakin baik,” tambahnya.
Ia menengaskan, Kota Tasikmalaya juga telah bergabung dalam jaringan Asian-Pacific Cities Alliance for Health and Development for Tobacco Control (APCAT) sebagai bentuk komitmen memperkuat pengendalian tembakau.
Menurutnya, kebijakan pembatasan display rokok bukan semata membatasi pelaku usaha, melainkan memberikan perlindungan bagi masyarakat, terutama generasi muda yang rentan menjadi perokok baru.
Baca Juga:Kritik APEKSI Menguat, GMNU Singgung Prioritas APBD Kota TasikmalayaLongser Sunda Menunggu Panggung di Tasikmalaya, Bukan Sekadar Tepuk Tangan
“Kita ingin memberikan hak bagi yang tidak merokok agar tidak terpapar asap rokok. Yang paling penting adalah menekan lahirnya perokok-perokok baru, terutama usia 15 sampai 19 tahun yang angkanya masih cukup tinggi,” tandasnya. (firgiawan)
