Kritik APEKSI Menguat, GMNU Singgung Prioritas APBD Kota Tasikmalaya

kritik GMNU terhadap APEKSI
Ketua Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Tasikmalaya yang juga Sekretaris Umum IKA PMII Kota Tasikmalaya, Myftah Farid. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Sementara itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan keikutsertaan dalam Rakernas APEKSI bukan sekadar menghadiri agenda seremonial.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparulah mengatakan forum yang diikuti 98 pemerintah kota se-Indonesia tersebut menjadi ruang strategis memperkuat sinergi antardaerah sekaligus membuka peluang investasi dan promosi potensi daerah.

“Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyusun rekomendasi kepada pemerintah pusat sekaligus memperkuat sinergi antardaerah dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan,” katanya.

Baca Juga:Longser Sunda Menunggu Panggung di Tasikmalaya, Bukan Sekadar Tepuk TanganAPEKSI Jadi Panggung Promosi, Pemerintah Kota Tasikmalaya Bidik Investasi

Selain mengikuti Rakernas, Pemkot Tasikmalaya juga mengikuti Indonesia City Expo (ICE) untuk mempromosikan produk UMKM, sektor pariwisata, serta peluang investasi Kota Tasikmalaya.

Asep menegaskan seluruh kegiatan dilaksanakan dengan prinsip efisiensi anggaran. Jumlah delegasi dibatasi sesuai kebutuhan masing-masing forum agar tidak membebani keuangan daerah.

“Kalau hanya datang untuk duduk dan berfoto bersama tentu sayang. Yang dibawa pulang seharusnya inovasi, jejaring, dan solusi bagi daerah,” ujarnya.

Ia berharap berbagai peluang kerja sama, investasi dan inovasi yang diperoleh selama Rakernas dapat diimplementasikan untuk meningkatkan pelayanan publik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.

Perbedaan pandangan tersebut kembali memperlihatkan perdebatan mengenai arah kebijakan fiskal Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Di satu sisi pemerintah menilai forum APEKSI merupakan investasi jangka panjang untuk daerah, sementara kalangan masyarakat sipil mempertanyakan apakah manfaatnya benar-benar sebanding dengan kebutuhan mendesak yang masih dihadapi warga. (rezza rizaldi)

0 Komentar