Pemain Juventus tersebut dianggap memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan Chivu.
Selain mampu bermain sebagai bek sayap, Cambiaso juga dikenal fleksibel karena bisa beroperasi di beberapa posisi berbeda.
Ketertarikan Inter terhadap pemain Timnas Italia itu sebenarnya bukan hal baru.
Baca Juga:Cardinale Ubah AC Milan Jadi Liverpool Versi Italia, Jurnalis Italia: Terlambat Sebulan!Juventus dan Como Bersaing Bawa Pulang Theo Hernandez ke Serie A
Dalam beberapa pekan terakhir, namanya sempat muncul dalam berbagai spekulasi yang melibatkan kemungkinan pertukaran dengan gelandang Davide Frattesi.
Meski belum ada negosiasi resmi, peluang tersebut masih terbuka jika kedua klub menemukan formula yang tepat.
Selain Cambiaso, Inter juga memantau situasi Dodò. Pemain asal Brasil yang saat ini membela Fiorentina menjadi salah satu bek sayap paling konsisten di Serie A dalam beberapa musim terakhir.
Kecepatan, kemampuan menyerang, dan pengalaman bermain di level tinggi membuatnya masuk dalam daftar kandidat utama pengganti Dumfries.
Namun, Inter tidak sendirian dalam perburuan Dodò. Napoli juga dikabarkan tertarik memboyong pemain berusia 27 tahun tersebut.
Bahkan AS Roma disebut siap ikut bersaing apabila Wesley benar-benar meninggalkan Olimpico pada bursa transfer musim panas ini.
Menariknya, nama Dodò sebenarnya sudah pernah muncul dalam diskusi internal Inter beberapa bulan lalu ketika kemungkinan kepergian Dumfries mulai dibahas.
Baca Juga:Gattuso Resmi Latih Lazio, Aurelien Guernier Jadi Rekrutan Pertama AC MilanMantan Ketua PSSI Italia Ungkap Skandal Calciopoli: Wasit Tak Membantu Juventus Memenangkan Scudetto
Kini, dengan bek asal Belanda itu semakin dekat menuju Real Madrid, opsi tersebut kembali menjadi prioritas.
Di balik kegagalan transfer Palestra, ada fakta menarik yang terungkap.
Sang pemain sebenarnya lebih memilih tetap berkarier di Italia. Bahkan ketika Chelsea dan Barcelona mulai menunjukkan minat sekitar sepuluh hari sebelumnya, Palestra masih membuka jalan untuk bergabung dengan Inter.
Namun, ketika Atalanta mendapatkan tawaran yang jauh lebih besar dari Chelsea, pemain kelahiran 2005 itu menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada klub yang telah membesarkannya.
Sikap tersebut menunjukkan rasa hormatnya kepada Atalanta.
Chelsea kemudian semakin meyakinkan sang pemain dengan proyek jangka panjang yang mereka tawarkan.
Selain kontrak bernilai fantastis, pelatih Xabi Alonso juga disebut sempat berbicara langsung dengan Palestra mengenai rencana pengembangan karier dan peningkatan kualitas permainannya di masa depan.
Kini, Inter harus menerima kenyataan kehilangan target utama mereka meski bursa transfer masih panjang.
