Chelsea sendiri bergerak cepat setelah gagal mendapatkan Wesley, bek sayap asal Brasil yang menjadi target mereka sebelumnya.
Penolakan dari Roma membuat klub London segera mengalihkan fokus kepada Palestra yang dinilai memiliki profil ideal untuk proyek jangka panjang mereka.
Kepergian pemain sayap Prancis Malo Gusto yang sedang diburu Manchester City juga membuka ruang dalam skuad Chelsea.
Baca Juga:Inter Siap Korbankan Bastoni dan Thuram demi Nico PazMassimo Marianella: Ibrahimovic Komentator Terburuk di Piala Dunia
Situasi tersebut semakin memperkuat kebutuhan The Blues untuk mendatangkan pemain muda berkualitas di posisi tersebut.
Selain persoalan gaji, Chelsea juga siap memenuhi tuntutan Atalanta.
Klub asal Bergamo itu meminta sedikitnya 50 juta euro atau sekitar Rp1 triliun, ditambah bonus untuk melepas sang pemain secara permanen.
Chelsea bahkan disebut siap menginvestasikan dana hingga 55-60 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun, ditambah klausul 10 persen dari penjualan kembali di masa depan.
Sementara itu, Inter hanya menawarkan paket senilai 45 juta euro ditambah bonus 5 juta euro, atau total sekitar Rp1 triliun. Meski tidak terpaut terlalu jauh, Atalanta menilai proposal Chelsea lebih menarik.
Palestra memang dianggap sebagai salah satu aset masa depan sepak bola Italia.
Musim lalu bersama Cagliari ia tampil dalam 37 pertandingan dengan kontribusi 1 gol dan 4 assist. Sebelumnya ia juga telah mengoleksi 16 penampilan bersama tim utama Atalanta.
Perkembangannya bahkan menarik perhatian pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso.
Mantan gelandang AC Milan itu memberinya kesempatan menjalani debut di tim senior saat laga play-off zona Eropa menuju Piala Dunia 2026 melawan Irlandia Utara dan Bosnia-Herzegovina.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Cardinale Kibuli Fans AC MilanPetinggi AC Milan Dikuasai Antek Asing, Ini Kata Pengamat di Italia
Jika transfer ini benar-benar terwujud, Chelsea kembali menunjukkan keseriusannya membangun skuad masa depan dengan merekrut talenta-talenta terbaik Eropa.
Sebaliknya, Inter harus gigit jari setelah kalah bersaing dalam aspek finansial, meskipun sejak awal mereka menjadi klub yang paling diinginkan oleh sang pemain.
