Kalau melihat kondisi lalu lintas dan kebutuhan parkir di pusat kota, ia membayangkan lokasi eks Gedung Setda itu bisa dibangun menjadi gedung parkir bertingkat.
Selain membantu mengurangi kepadatan kendaraan dan persoalan parkir di kawasan pusat kota, lanjutnya, fasilitas tersebut juga berpotensi menjadi sumber PAD yang cukup besar setiap hari.
Dani menambahkan, keberadaan gedung parkir modern di kawasan tersebut dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan pelayanan publik sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi pemerintah daerah.
Baca Juga:Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten TasikmalayaKuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029
Sementara itu, terkait kawasan eks Terminal Cilembang, ia menilai lokasi tersebut terlalu berharga jika hanya dibiarkan kosong tanpa aktivitas produktif. Pemerintah, kata dia, dapat mengkaji berbagai alternatif pemanfaatan yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi daerah.
Terminal Cilembang, bisa dijadikan sentra kargo, pusat distribusi barang, atau pusat kegiatan UMKM. Banyak pilihan yang bisa dilakukan.
“Terpenting jangan sampai aset daerah yang nilainya besar itu dibiarkan terbengkalai tanpa memberikan manfaat ekonomi maupun sosial kepada masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dani menegaskan bahwa optimalisasi aset daerah merupakan salah satu langkah penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat atau terus mencari sumber pendapatan baru dari masyarakat, sementara aset yang telah dimiliki belum dimanfaatkan secara maksimal.
Kalau aset-aset itu dikelola secara profesional dan memiliki konsep bisnis yang jelas, ia meyakini bisa menghasilkan pendapatan miliaran rupiah setiap tahun.
Oleh karena itu, daerah sebenarnya memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan tanpa harus terus bergantung pada sumber-sumber lain.
“Kuncinya ada pada keberanian membuat terobosan dan optimalisasi aset yang sudah dimiliki,”pungkasnya.
Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya, Ukar, mengatakan bahwa khusus kawasan eks Terminal Cilembang hingga saat ini masih dimanfaatkan sesuai kebutuhan, terutama ketika terdapat kegiatan atau agenda tertentu yang memerlukan lokasi tersebut.
“Kalau yang Cilembang masih bersifat insidental, Pak. Digunakan kalau ada event tertentu,” ujarnya saat dimintai keterangan. (obi)
