Ia pun menyebut koperasi desa merah putih dan BUMDes setempat belum mendapat ruang untuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan dapur.
Dia menduga, penolakan terhadap pemasok lokal bukan hanya persoalan harga, melainkan karena pemasok yang digunakan sudah ditentukan sebelumnya. “Intinya semua dikuasai, karena sudah bisa mengendalikan SPPI,” katanya
Kepala SPPG Pananjung Dua, Yusdhitiar Gunawan menegaskan dirinya tidak memiliki kewenangan menentukan atau menunjuk pemasok bahan baku karena seluruh proses pengadaan dilakukan oleh mitra.
Baca Juga:Didasari Rasa Kecewa, Sebagian Kader PAN di Kota Tasikmalaya Undur Diri6 Bulan Insentif Guru di Kota Tasikmalaya Belum Dibayar, Pengamat Soroti Sikap Pimpinannya
“Tugas kami bersama tim office adalah melakukan pengawasan. Pengawasan dilakukan setelah barang datang. Kalau kualitas barang sesuai, masuk dapur dan diolah. Kalau tidak sesuai, dikembalikan ke supplier untuk diganti atau diganti supplier lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mekanisme pengadaan diawali dari pengajuan proposal harga oleh calon supplier yang kemudian diteruskan kepada pihak mitra untuk dikaji. Sebelum pengiriman rutin dilakukan, supplier juga diwajibkan menyerahkan sampel produk untuk diuji terlebih dahulu.
“Biasanya pengujian sampel dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Setelah harga dan kualitas dinilai layak, mitra yang melakukan pemesanan,” katanya.
Menurutnya, pihak SPPG hanya menjalankan fungsi pengawasan mutu dan keamanan pangan, sementara proses pemesanan bahan sepenuhnya dilakukan oleh mitra.
Ia menyebut, hingga kini terdapat 54 supplier yang bekerja sama memenuhi kebutuhan dapur MBG. Hubungan kerja sama itu bersifat kontraktual dan lebih menitikberatkan pada standar kualitas dibandingkan harga.
Untuk sumber bahan pangan, sebagian besar komoditas disebut berasal dari Pangandaran. Seperti melon dipasok petani lokal, ketimun berasal dari Langkaplancar, sementara pakis, kangkung, dan daun singkong didatangkan dari sejumlah wilayah di sekitar Pangandaran.
Namun, untuk jenis sayuran yang tidak tersedia di daerah Pangandaran, itu pasokan didatangkan dari luar wilayah. “Kalau ikan laut tentu diambil dari Pangandaran karena melimpah. Udang juga dari tambak di Karangtirta Batuhiu, ayam juga dari Kabupaten Pangandaran,” ucapnya.(Deni Nurdiansah)
