Marianella bahkan membandingkan Ibrahimovic dengan legenda Prancis, Thierry Henry, yang juga menjadi analis di Fox Sports selama Piala Dunia.
Menurutnya, kualitas analisis Henry jauh lebih unggul dibanding mantan bintang AC Milan tersebut.
“Dia kurang beruntung karena duduk berdampingan dengan Thierry Henry. Dalam setiap diskusi di studio, Henry mengalahkannya dengan skor 4-0,” sindir Marianella.
Baca Juga:Petinggi AC Milan Dikuasai Antek Asing, Ini Kata Pengamat di ItaliaCEO Juventus Akan Bertemu Agen Franck Kessie: Siap Rekrut Jika Terima Tawaran Gaji 5 Juta Euro
Perbandingan itu cukup menarik. Jika Henry dikenal tenang, detail, dan mampu menjelaskan aspek taktik secara mendalam, Ibrahimovic lebih sering tampil dengan komentar singkat, penuh percaya diri, dan terkadang provokatif.
Gaya tersebut memang cocok ketika ia masih menjadi pemain yang gemar menciptakan headline, tetapi tidak selalu efektif dalam peran sebagai analis pertandingan.
Situasi ini menjadi semakin kontras ketika Piala Dunia 2026 justru dipenuhi kisah-kisah besar di lapangan.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penampilan luar biasa Lionel Messi bersama Argentina.
Dalam beberapa hari terakhir, dunia sepak bola dibuat kagum oleh pencapaian Messi yang resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.
Dua gol yang dicetaknya ke gawang Austria membuat koleksi gol La Pulga mencapai 18 gol, melewati rekor yang sebelumnya dipegang Miroslav Klose.
Lebih istimewa lagi, rekor tersebut lahir tepat pada 22 Juni, tanggal yang memiliki makna historis bagi Argentina karena bertepatan dengan peringatan 40 tahun laga legendaris Diego Maradona melawan Inggris yang melahirkan gol “Tangan Tuhan” dan “Gol Abad Ini”.
Baca Juga:Tangan Tuhan Maradona, Momen Messi Jadi Pencetak Gol Terbanyak di Piala DuniaDuel Prancis vs Irak Ditunda Karena Ancaman Badai Petir, FIFA Tak Punya Aturan Hadapi Cuaca Buruk
Di tengah euforia atas prestasi Messi dan berbagai kisah menarik lainnya di Piala Dunia, banyak pengamat berharap para analis televisi mampu memberikan wawasan yang mendalam kepada penonton.
Karena itulah, kritik terhadap Ibrahimovic menjadi semakin tajam ketika penampilannya dianggap tidak mampu mengimbangi kualitas analis lain seperti Thierry Henry.
Meski demikian, Ibrahimovic bukan sosok yang mudah terpengaruh oleh kritik. Sepanjang kariernya, ia selalu dikenal sebagai figur yang mampu mengubah cibiran menjadi motivasi.
Pertanyaannya kini, apakah Zlatan akan mampu membungkam kritik seperti yang sering ia lakukan saat masih bermain di lapangan?
