RADARTASIK.ID – Masa depan gelandang Timnas Italia, Davide Frattesi, menjadi salah satu saga transfer paling menarik pada musim panas ini.
Setelah sempat menjadi bagian penting skuad Inter Milan dalam beberapa musim terakhir, Frattesi kini diyakini telah mencapai titik di mana perpisahan dengan Nerazzurri menjadi jalan terbaik bagi kedua belah pihak.
Inter sebenarnya sudah lama membuka pintu keluar bagi mantan pemain Sassuolo tersebut meski proses transfernya tidak berjalan mudah karena Frattesi memiliki tujuan yang sangat jelas.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Rabiot dan Maignan Cueki Permintaan Amorim untuk Bertahan di AC MilanJurnalis Italia: Nico Paz ke Inter Bakal Jadi Rekrutan Terbesar di Bursa Transfer Musim Panas
Ia hanya ingin bergabung dengan Juventus dan untuk sementara waktu memilih mengabaikan berbagai tawaran dari klub lain.
Situasi ini membuat Inter berada dalam posisi yang cukup rumit. Di satu sisi mereka ingin segera menyelesaikan penjualan sang pemain, tetapi di sisi lain Juventus belum mampu memberikan proposal yang benar-benar memuaskan.
Menurut jurnalis transfer Italia, Alfredo Pedullà, keputusan Frattesi untuk menunggu Juventus tidak lepas dari keberadaan Luciano Spalletti.
Pelatih yang baru memulai era barunya di Turin tersebut disebut sangat menginginkan Frattesi sebagai salah satu fondasi proyek Juventus musim depan.
Spalletti mengenal kualitas Frattesi dengan sangat baik.
Saat masih menangani Timnas Italia, ia berhasil memaksimalkan kemampuan gelandang berusia 26 tahun itu untuk sering muncul di kotak penalti lawan dan mencetak gol-gol penting.
Karena itu, Frattesi percaya dirinya akan kembali menjadi pemain utama apabila bekerja sama lagi dengan sang pelatih.
Keyakinan tersebut membuatnya bersedia menunggu langkah Juventus, meski hingga kini klub asal Turin itu masih berhitung cermat terkait kondisi keuangan mereka.
Baca Juga:Media Inggris: Liverpool Tersinggung Inter Milan Tawar Curtis Jones Rp500 MiliarAmorim Ingin Jadikan Ardon Jashari Otak Lini Tengah AC Milan
Manajemen Juventus saat ini tengah berupaya menyeimbangkan neraca keuangan dan lebih fokus pada penjualan pemain sebelum melakukan investasi besar di bursa transfer.
Inter sendiri memasang harga yang tidak murah. Nerazzurri menilai Frattesi setidaknya senilai 30 juta euro, atau sekitar Rp600 miliar dengan kurs 1 euro = Rp20.000.
Nilai tersebut dianggap sesuai dengan usia, pengalaman, dan kontribusi sang pemain di level klub maupun tim nasional.
Karena Juventus tidak ingin mengeluarkan dana tunai sebesar itu, muncullah skenario pertukaran pemain yang mulai dibahas oleh para perantara transfer.
