TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 625 siswa SD dan SMP se-Kota Tasikmalaya mengikuti Festival Melukis Payung Geulis di Taman Hutan Lindung Kompleks Olahraga Dadaha, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan sejumlah komunitas itu menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno sekaligus upaya mengenalkan Payung Geulis kepada generasi muda.
Ratusan pelajar tersebut menuangkan kreativitas mereka dengan melukis payung polos berbahan kain dan kertas bertema keindahan Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang Sebelum Unjuk Rasa di Depan Istana, Civitas Kampus Tuntut Sanksi TegasDi Balik Panggung Anniversary STC ke-28: Pasukan Tanpa Honor!
Berbagai objek khas daerah, mulai dari bentang alam, lingkungan perkotaan hingga ikon-ikon daerah, dituangkan ke dalam karya yang mereka buat.
Ketua Pelaksana Acara, Irvan Kristivan, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Payung Geulis sebagai salah satu ikon budaya khas Kota Tasikmalaya.
“Karena ya dari segi pengrajin di Kota Tasikmalaya yang ke Payung Geulis cuma berapa orang. Nah, makanya ke depannya justru akan lahir pengrajin-pengrajin generasi baru,” ujarnya.
Menurut Irvan, pengenalan Payung Geulis kepada pelajar menjadi penting agar warisan budaya tersebut tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Melalui keterlibatan langsung dalam proses melukis, peserta diharapkan tidak hanya mengenal bentuk fisiknya, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Upaya tersebut dinilai penting mengingat Payung Geulis kini menghadapi persoalan regenerasi. Di balik statusnya sebagai ikon budaya Kota Tasikmalaya, jumlah perajin yang masih menekuni pembuatan payung tradisional tersebut semakin terbatas, sementara generasi penerusnya belum banyak bermunculan.
Selain memperkenalkan budaya daerah, kegiatan itu juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan. Irvan menjelaskan, kawasan Taman Hutan Lindung Dadaha sengaja dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk memperkenalkan pentingnya ruang terbuka hijau kepada peserta sekaligus menghadirkan suasana yang nyaman untuk berkarya.
Baca Juga:Bukan Sekadar Kinclong!Unsil Dorong Teknologi Pengolahan Sampah Rumah Tangga untuk Kurangi Beban ke TPA Ciangir
Antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana festival tersebut juga melampaui ekspektasi panitia. Irvan menyebut, dari target sekitar 500 peserta, kegiatan itu diikuti 625 siswa SD dan SMP dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya.
Bahkan, kata dia, hingga hari pelaksanaan masih ada sejumlah sekolah yang ingin mendaftarkan peserta, namun tidak seluruhnya dapat diakomodasi karena keterbatasan jumlah payung yang tersedia.
