Gelorakan Makan Buah dan Sayur, Unsil Tasikmalaya Kampanyekan Pola Makan Sehat di SDN Cilolohan

Unsil tasikmalaya
Dosen Universitas Siliwangi dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat melaksanakan program Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) bersama murid-murid Kelas 5B SD Negeri Cilolohan Kota Tasikmalaya, pada Senin 15 Juni 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim dosen Universitas Siliwangi (Unsil) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan Program Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) di Kelas 5B SD Negeri Cilolohan, Kota Tasikmalaya, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Minat Anak Sekolah Dasar dalam Upaya Meningkatkan Konsumsi Buah dan Sayur Melalui Metode Singing Technic, Reward, and Repeated.”

Tim pengabdian diketuai Taufiq Firdaus Alghifari Atmadja dengan anggota Nur Arifah Qurota A’yunin, Kosasih Adi Saputra, Annisa Dwi Utami, dan Aulia Putri Wahyuningtyas. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Gizi, yakni Tina Camila Lestari, Dian, dan Anisa.

Baca Juga:Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten TasikmalayaKuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029

Perwakilan Tim PBM, Taufiq Firdaus Alghifari Atmadja, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan sebagian besar anak belum memenuhi anjuran konsumsi sayur dan buah harian. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kurangnya asupan serat, vitamin, dan mineral serta meningkatkan risiko masalah gizi, termasuk kegemukan dan obesitas pada anak.

Menurutnya, peningkatan konsumsi sayur dan buah merupakan salah satu strategi penting dalam pencegahan obesitas pada anak dan remaja.

Selain itu, hasil wawancara dengan Kepala SDN Cilolohan menunjukkan lingkungan sekolah menjadi tempat anak-anak banyak mengonsumsi jajanan dari kantin maupun sekitar sekolah yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak diimbangi pola makan sehat.

“Oleh karenanya, Tim PBM diperlukan adanya upaya pengendalian melalui peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur sebagai bagian dari pola makan sehat,” katanya kepada Radar, Senin (22/6/2026).

Sebagai bentuk intervensi, tim memberikan edukasi gizi mengenai pentingnya konsumsi sayur dan buah dengan metode singing technique. Metode ini dipadukan dengan pengenalan sayur dan buah secara berulang (repeated exposure) untuk meningkatkan ketertarikan dan penerimaan siswa terhadap makanan sehat.

“Dalam pelaksanaan pengabdian tersebut, siswa diberikan pemahaman tentang sayur dan buah secara berulang (repeated exposure) dalam sehari dengan variasi jenis sayur dan buah yang berbeda,”ujarnya.

Selain edukasi, tim juga menerapkan sistem penghargaan (reward) bagi siswa yang menghabiskan buah dan sayur yang diberikan. Setelah kegiatan berlangsung, tim melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, motivasi, minat, serta penerimaan siswa terhadap konsumsi sayur dan buah.

0 Komentar