Danu menyebut pembangunan Jembatan Maslahat merupakan implementasi pertama program TJSL Perhutani yang diwujudkan dalam bentuk pembangunan jembatan melalui kolaborasi dengan Sinergi Foundation dan BSI Maslahat.
Selain pembangunan jembatan, program TJSL Perhutani juga mencakup perbaikan jalan dan madrasah. Namun, khusus pembangunan jembatan melalui kerja sama dengan Sinergi Foundation dan BSI Maslahat, ini menjadi realisasi pertama yang dilakukan.
Ia berharap jembatan tersebut dapat dijaga dan dipelihara bersama agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan
Menurutnya, keberadaan jembatan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.
“Kepada semua pihak yang telah berkontribusi, mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Tanjungjaya Rahmat Zaenal Mutakin menyambut baik hadirnya Jembatan Maslahat karena merupakan kebutuhan penting masyarakat di wilayahnya.
“Jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama yang digunakan berbagai kalangan,” ujarnya.
Menurut Rahmat, para petani, pedagang, pelajar dan warga lainnya setiap hari memanfaatkan jalur tersebut untuk beraktivitas. Dengan kondisi jembatan yang lebih baik dan aman, mobilitas masyarakat akan semakin lancar.
Ia menilai keberadaan jembatan tidak hanya mempersingkat waktu tempuh warga, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan aktivitas ekonomi antara masyarakat Kecamatan Tanjungjaya dan Kecamatan Sukarame.
“Dengan diresmikannya Jembatan Maslahat, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang lebih aman dan layak,” ungkapnya.
Baca Juga:Usai Kepala BGN Ditangkap, Aktivis KNPI Desak APH Bongkar Dugaan Penyimpangan Program MBG di TasikmalayaSimulasi Gizi Kedaruratan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Bagikan Pengalaman Lapangan kepada Mahasiswa
Kepala Desa Sukamenak, Sukarna, menambahkan bahwa jembatan tersebut sebelumnya lebih dikenal masyarakat sebagai Jembatan Tonjong dan kini berganti nama menjadi Jembatan Maslahat.
“Alhamdulillah dengan dibangunnya Jembatan Maslahat, transportasi antara dua desa khususnya, umumnya yang ada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya pengendara lalu lalang antara Desa Sukamenak dan Desa Cilolohan, merasa terbantu,” ucapnya.
Ia berharap jembatan tersebut dapat menjadi akses penghubung yang mendukung mobilitas masyarakat menuju Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.
Sukarna mengaku bersyukur karena lalu lintas kendaraan, khususnya roda dua, dari arah Sukamenak menuju Cilolohan maupun sebaliknya cukup tinggi sehingga keberadaan jembatan baru sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (obi)
